<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ferza</title>
	<atom:link href="http://ferza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ferza.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2009 15:27:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ferza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/365fa0c837b3ea1d1c93083f599c1bee?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ferza</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Jangan Bawa-Bawa Islam?</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2009/08/12/jangan-bawa-bawa-islam/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2009/08/12/jangan-bawa-bawa-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[hate]]></category>
		<category><![CDATA[jangan bawa islam]]></category>
		<category><![CDATA[jumpa]]></category>
		<category><![CDATA[praktisi]]></category>
		<category><![CDATA[sekular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya bertemu dengan salah seorang praktisi/penulis dari salah satu partai lokal di Aceh, awalnya pertemuan ini karena permintaan saya di milisnya. Saya tertarik ingin bertemu karena pada satu kesempatan pernah menghadiri presentasi beliau dan jujur saya cukup terkesan dengan beberapa ulasan yang beliau paparkan.

Maksud dari pertemuan itu bagi saya untuk mendapatkan perkembangan terbaru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=305&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-306" title="hate" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/08/hate2.jpg?w=320&#038;h=216" alt="hate" width="320" height="216" />Suatu hari saya bertemu dengan salah seorang praktisi/penulis dari salah satu partai lokal di Aceh, awalnya pertemuan ini karena permintaan saya di milisnya. Saya tertarik ingin bertemu karena pada satu kesempatan pernah menghadiri presentasi beliau dan jujur saya cukup terkesan dengan beberapa ulasan yang beliau paparkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-305"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Maksud dari pertemuan itu bagi saya untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari aktifitas partai di  mana beliau sendiri sebagai staff ahli politik di dalamnya, saya berharap mudah-mudahan beliau dapat memberikan masukan-masukan terkait perkembangan politik di Aceh. Ketika saya memperkenalkan diri beliau langsung merespon baik disertai basa-basi dengan bertanya aktifitas sehari-hari, saya menjawab setiap pertanyaan beliau tanpa pikir panjang karena memang tidak ada yang istimewa dari setiap aktifitas harian yang terlakoni.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menangkap keadaan sedikit mulai terasa berubah ketika saya menerangkan bahwa selama ini saya terlibat di salah satu gerakan Islam di Indonesia yang cabangnya sampai ke Aceh, hal tersebut sebenarnya juga karena pertanyaan beliau. Namun saya tidak ambil pusing, dalam pikiran saya mungkin beliau kurang suka gerakan saya ini tapi <em>no problem lah</em>. Biar keadaan tidak kaku saya kemudian memulai basa-basi dengan bertanya program terdekat dari partai lokal di mana beliau sendiri terlibat di dalamnya, akan tetapi tanpa saya duga ternyata beliau malah merespon seperti ini “persoalan Islam tidak perlu di tanyakan, itu semua tergantung individunya, Islam itu yang penting dalam hati dan tidak perlu diformal-formalitaskan segala”, demikian jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai  di sini saya langsung <em>kaget</em>, mengapa jawaban seperti ini yang keluar, padahal saya tidak hendak berbicara tentang Islam atau syariatnya. Saya bertanya-bertanya dalam hati apakah karena saya tadi mengaku sebagai salah satu dari anggota gerakan Islam (saat basa-basi), padahal saya tidak hendak bermaksud mempromosikan kelompok saya ataupun mengajak beliau untuk ikut didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantas beliau sepertinya merasa enggan untuk berdiskusi selanjutnya dengan saya, bahkan dengan alasan sibuk beliau langsung pergi, sebelumnya beliau meminta agar saya menghubunginya di lain waktu bila masih tetap ingin ngobrol bareng. Memang pada saat itu di café tempat kami bertemu sedang berlangsung festival band hingga sangat mengganggu pembicaraan karena harus teriak-teriak ketika berbicara, tapi apakah karena hanya itu, <em>wallahu’alam</em> mungkin juga ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun saya tidak hendak membicarakan keengganan beliau ngobrol atau terganggunya pembicaraan kami karena festifal band yang tengah berlangsung, akan tetapi ada yang sedikit mengganjal di hati saya tentang sepenggal jawaban dari kata-kata beliau di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya tidak terlalu terkejut dengan pernyataan itu, hanya terasa sangat menganggu. Gaya berpikir seperti ini bukanlah hal baru atau bisa di katakan kita sudah sangat sering mendengarnya, tidak ada yang istimewa darinya.  Pola pikir seperti ini adalah corak khas dari sifat <em>sekuler</em> yang mendarah daging, bagi orang yang menganut kepercayaan ini  agama bukanlah hal yang perlu di bawa-bawa ke ruang publik untuk diikutsertakan dalam kehidupan, bagi mereka agama cukup hanya di taruh dalam salah satu lembaga yang bernama KUA (Kantor Urusan Agama).</p>
<p style="text-align:justify;">Yang sangat disayangkan adalah keberadaan para sekularis “ortodoks” bergama Islam di tengah-tengah umat, mereka seakan-akan lupa bahwa terdapat perbedaan yang mencolok dari sisi <em>empiris</em> dan <em>historis</em> antara peradaban Islam yang agung dengan peradaban Kristen eropa yang kelam di mana kemudian ide-ide sekularisme di lahirkan. Maka Konsekuensinya kemudian mereka ini harus bersikap eksklusif dalam menerima wacana keagamaan apalagi bila <em>hujjah</em>nya kuat alih-alih menyerukan pola inklusifisme pada umat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sering saya merasakan bagi kebanyakan tokoh “karbitan” (domplengan lembaga-lembaga luar) cenderung mengalami <em>syndrome</em> para pemikir liberal sehingga bagi mereka membicarakan Islam sebagai sebuah sistem adalah sesuatu hal yang tidak berguna dan buang-buang waktu apalagi bila yang di ajak bicara adalah anggota dari salah satu kelompok gerakan Islam jelas akan menimbulkan alergi yang amat sangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu benarkah Islam dan perangkat syariatnya tidak harus di formalkan? Sehingga hanya cukup di amalkan dalam bentuk keyakinan personal saja!</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi ini adalah pandangan yang sangat keliru, bagaimana mungkin seperangkat  aturan hukum dapat diterapkan oleh manusia secara personal. Mendudukkan Islam hanya sebagai agama ritual jelas merupakan pengkebirian terhadap Islam itu sendiri, karena tidak mungkin hukum persoalan riba, sanksi, pengangkatan Imam, hukum seputar jihad dan sebagainya  bisa diterapkan hanya sebatas di dalam hati?</p>
<p style="text-align:justify;">Membahas Islam sebagai sebuah agama menuntut kita untuk tidak berhenti pada wilayah ibadah individual karena Islam juga memuat sejumlah besar pengaturan kehidupan layaknya sebuah ideologi (pandangan hidup). Sebagaimana diketahui secara umum Islam mengatur tiga aspek interaksi yaitu mengatur interaksi antara makhluk dengan tuhannya, mengatur hubungan makhluk dengan dirinya sendiri dan mengatur pula hubungan dirinya dengan sesamanya. Maka sebagai seperangkat aturan hidup yang lengkap tentunya Islam tidak boleh di amalkan setengah-setengah berdasarkan hawa nafsu. Akan sama saja menolak atau mengambil sebagian, sebagai contoh :<a href="#_edn1">[i]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kufur tehadap ayat,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“dirikanlah Shalat” </em></p>
<p style="text-align:justify;">Sama saja kufur terhadap ayat,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” <strong>(TQS. Al-Baqarah [2]: 275)</strong>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Atau ayat,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya” <strong>(TQS. Al-Maidah [5]: 38)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Juga ayat,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah” <strong>(TQS. Al-Maidah [5]: 3)</strong>. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Kiranya saya tidak perlu lagi membahas panjang lebar tentang kebenaran dan kelengkapan Islam sebagai sebuah perangkat sistem dalam tulisan ini, karena seperti kita ketahui bersama telah sangat banyak literatur-literatur tentang kempurnaan Islam yang di tulis oleh orang-orang <em>faqih</em> beredar di sekitar kita baik berupa artikel lepas di media, buku-buku kontemporer, maupun kitab- kitab karya ulama klasik yang biasanya telah di terjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Sungguh mengingkari Islam sebagai sistem akan sama dengan mengingkari bahwa matahari itu terbit di timur dan tenggelam ke barat, disebabkan sudah begitu terangnya persoalan tersebut bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka bukankah begitu  mengherankan bila di abad sekarang masih saja ada orang Islam yang menganggap ajaran Islam itu parsial (tidak menyeluruh), hanya semata-mata karena silau dengan peradaban barat! Sebenarnya sadar atau tidak mereka telah menjelma menjadi antek-antek yang mencari sensasi dan popularitas dengan melawan arus utama demi secuil dunia yang telah di janjikan oleh para majikannya melalui <em>grand design</em> sekularisasi kaum muslimin di belahan Negara-negara dunia ketiga. <em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ednref1">[i]</a> Lihat <strong>Peraturan Hidup dalam Islam</strong>, bab Jalan Menuju Iman hal 17, karya Taqiyuddin an Nabhani, Pustaka Thariqul Izzah, 2003.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=305&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2009/08/12/jangan-bawa-bawa-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/08/hate2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hate</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arif Ramdan, Menulis Lintas Budaya</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2009/07/13/arif-ramdan-menulis-lintas-budaya/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2009/07/13/arif-ramdan-menulis-lintas-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 16:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Cukup menarik membaca judul buku tulisan Arif Ramdan &#8212; Aceh di Mata Urang Sunda, menarik karena dengan mudah kita dapat menebak seputar isi yang tidak akan jauh-jauh dengan pandangan orang Sunda terhadap Aceh. Saya yakin bagi mereka yang selama ini menaruh perhatian terhadap perkembangan budaya Nanggroe pasti akan membacanya, karena biasanya orang Aceh phobia dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=253&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-254" title="images" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg?w=103&#038;h=146" alt="images" width="103" height="146" />Cukup menarik membaca judul buku tulisan Arif Ramdan &#8212; Aceh di Mata Urang Sunda, menarik karena dengan mudah kita dapat menebak seputar isi yang tidak akan jauh-jauh dengan pandangan orang Sunda terhadap Aceh. Saya yakin bagi mereka yang selama ini menaruh perhatian terhadap perkembangan budaya <em>Nanggroe</em> pasti akan membacanya, karena biasanya orang Aceh phobia dengan analisa pakar luar yang sering tidak tepat menggambarkan kondisi Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-253"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak menyangka bahwa isi dari buku ini adalah catatan keseharian berdasarkan pengamatan penulisnya, bukan analisa secara akademis yang bertumpuk rujukan namun di ujung seringkali salah dalam mengambil kesimpulan. Arif Ramdan ternyata menulis apa adanya sesuai dengan  yang dialaminya sehari-hari selama dia menetap di Aceh sekaligus sebagai wartawan Serambi Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya memang saya sempat berpikir apa tidak terlalu berani menulis judul seperti di atas karena apabila salah sedikit saja maka yang selanjutnya terjadi adalah kesalahan penulis akan di lemparkan ke muka etnis Sunda yang lain mengingat penulis mengatasnamakan etnis tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi sangat tepat ketika penulis memulai tulisan dengan judul “Saya Sunda, bukan Jawa!” sebagai orang yang lahir tumbuh dan menetap di Aceh perasaan menjadi bangsa Aceh tentu melekat di dalam diri saya hingga begitu bangga menyandang dan memperkenalkan diri sebagai Ureung Aceh. Dan saya yakin perasaan seperti ini tentu juga di miliki oleh semua rakyat yang mendiami Provinsi paling barat Sumatera ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan yang tumbuh bukan tanpa alasan, sejak sadar saya telah melihat bagaimana kondisi tanah di mana saya dilahirkan. Mencekam, menakutkan, intimidasi, pembunuhan dan senjata seakan menjadi bagian tidak terpisahkan dari <em>nanggroe</em>. Lambat laun karena terus-menerus dalam kondisi seperti ini layaknya bangsa yang di tekan tentu akan muncul sikap eksklusif karena kesamaan suku atau kesamaan nasib di dalam diri penduduknya. Maka saat itu pandangan akan terarah kepada siapa yang berkuasa dan mempunyai wewenang memerintah negeri ini, ketika bangsa tersebut mendapati kenyataan bahwa penguasa mereka di dominasi oleh satu suku yang sangat totaliter dan merata dalam semua lini, perasaan marah itu akan terbentuk. Di saat saya menyaksikan kehidupan mereka berbeda dengan kami, kota mereka jauh lebih bagus daripada kota kami, tentu perasaan tersebut lama kelamaan akan mengkristal menjadi sikap benci terhadap mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Arif ramdan seakan mengerti benar dengan perasaan orang-orang seperti saya maka untuk menghilangkan rasa curiga terhadap analisanya dia kemudian memulai dengan judul seperti di atas, sekan ingin masuk lebih dalam dan di percayai pembaca penulis kemudian berkisah mengapa menurutnya Sunda itu bukan Jawa. Hal ini merupakan langkah yang sangat tepat mengingat buku ini sejak di luncurkan pertama kali tentu akan di konsumsi dulu oleh masyarakat objek pengamatannya yang bisa di katakan membenci terminologi kata Jawa!</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memperkuat objektifitas dari tulisannya Arif Ramdan di bagian lain bukunya juga menyertakan tulisan yang menjelaskan kepada pembaca bahwa dia layak di percaya karena tidak hanya tinggal di Aceh namun juga menikah dengan orang Aceh sehingga itu juga menjadi pendukung bagi pandangannya terhadap <em>rakyat Aceh</em>. Tidak lupa penulis juga menyertakan tulisan bahwa dirinya kini telah di karuniai buah hati dari hasil pernikahannya dengan <em>Ureung Aceh</em> (Yurdani) sehingga makin mepertegas sisi dari percampuran budaya yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesan lain yang membuat saya suka adalah ketika kehidupan Aceh di potret dari sisi syariatnya yang mengental dalam adat, sehingga tulisan-tulisan dalam buku ini tidak hanya sekedar membahas budaya yang antropologis namun juga berisi penjelasan-penjelasan dari pandangan Islam yang membuat uraiannya tidak hanya terkesan pengamatan tapi juga berisi penjelasan dan analisa. Hal-hal yang menurut penulis tidak sesuai dengan pandangan Islam kemudian dengan sangat santun di luruskan. Seperti pembahasan dalam judul <em>Perabon Aceh</em>, walaupun dalam kasus ini penjelasannya sangat subjektif karena bisa jadi hanya di lakukan oleh sekelompok orang yang ada di Aceh, namun pelurusan dari aspek syariah memang patut di berikan apresiasi di sebabkan jarangnya orang menganalisa sebuah kejadian langsung dari sudut ke Islaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekurangan dalam buku ini yaitu terlalu banyak bagan cerita yang berulang-ulang, seperti topik-topik bahasan yang menyangkut proses reintegrasi. Kemudian stigmatisasi buruk seperti dalam uraian “Tipu Aceh” hendaknya tidak di jadikan pembahasan utama apalagi menjadi satu judul di mana penulis sepertinya terlalu mengeneralisir persoalan dengan mengaitkan antara sejarah penipuan yang dilakukan oleh Teuku Umar dengan keputusan GAM untuk berdamai hingga seolah-olah terkesan bahwa bangsa Aceh adalah penipu. Menurut saya stigmatisasi seperti ini perlahan-lahan harus di hapus dari catatan sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari itu semua menurut saya buku ini sangat layak di baca dan mampu menjadi referensi bagi perkembangan khasanah sosial masyarakat, apalagi kemudian buku ini juga memuat tulisan Ampuh Devayan di akhir yang saya rasa sangat penting karena berfungsi sebagai rangkuman sekaligus penyeimbang dari apa yang telah di lihat oleh Arif Ramdan selama 5 tahun ia berada di Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku ini kedepan bisa di jadikan sebagai perkenalan awal bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Aceh, terlebih bagi mereka yang selama ini memandang Aceh secara negatif dengan alasan buku ini bukan di tulis oleh orang Aceh, lebih lanjut juga mengajarkan kita akan budaya oral seperti lazimnya kita lakukan di warung kopi sudah selayaknya di catat untuk kemudian di buku kan karena kelak akan menjadi arsip sejarah, coba bayangkan orang di luar saja menulis tentang Aceh lalu mengapa kita tidak tertarik untuk menulis juga dari sudut pandang <em>geutanyoe</em> selaku masyarakatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Akhirul kalam</em> terlepas dari pro dan kontra mengenai analisa buku ini,  saya selaku pribadi salut kepada Arif Ramdan yang telah berusaha menceritakan Aceh ke luar melalui usaha menulis perpaduan antara dua budaya yaitu Sunda dan Aceh, maka tidak terlalu berlebihan kiranya bila saya mengatakan bahwa dia telah menulis lintas budaya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=253&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2009/07/13/arif-ramdan-menulis-lintas-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyapa Warga Rohingya I (Sabang)</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2009/05/01/menyapa-warga-rohingya-i-sabang/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2009/05/01/menyapa-warga-rohingya-i-sabang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 18:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Etnis Rohingya]]></category>
		<category><![CDATA[Kekejaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu (Rabu, 16/04/09) udara pelabuhan Balohan Sabang terasa panas menyengat, keadaan disekelilingnya berdebu dan semrawut. Wajar, pelabuhan memang dalam proses renovasi. Saya, ust. Ferdiansyah Sofyan (Ketua DPD II HTI Banda Aceh) dan ust. Marseno (Utusan Lembaga Wakaf Al-Qur’an) tiba ke sabang sekitar pukul 12.00 siang dengan membawa satu pick-up terbuka yang berisi logistik bantuan.

Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=222&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_224" class="wp-caption alignleft" style="width: 136px"><img class="size-medium wp-image-224" title="bersama-ust-marseno1" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/bersama-ust-marseno1.jpg?w=126&#038;h=131" alt="bersama-ust-marseno1" width="126" height="131" /><p class="wp-caption-text">Bersama ust. Marseno </p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siang itu (Rabu, 16/04/09) udara pelabuhan Balohan Sabang terasa panas menyengat, keadaan disekelilingnya berdebu dan semrawut. Wajar, pelabuhan memang dalam proses renovasi. Saya, ust. Ferdiansyah Sofyan (Ketua DPD II HTI Banda Aceh) dan ust. Marseno (Utusan Lembaga Wakaf Al-Qur’an) tiba ke sabang sekitar pukul 12.00 siang dengan membawa satu pick-up terbuka yang berisi logistik bantuan.</p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun mobil pick-up tersebut tidak bertugas mengantar logistik ketujuan karena kami hanya meminjam dan harus dikembalikan pada rute kapal selanjutnya. kemudian transportasi dari Balohan ke basis penampungan pengungsi di dermaga LANAL sepenuhnya di bantu oleh Dandim Sabang Letkol Iwan S sehingga kami tidak mengeluarkan sedikitpun<em> cost</em> untuk<span> </span>transportasi,<span> </span><em>terima kasih pak Dandim</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maksud kedatangan kami adalah ingin berkunjung ke warga Rohingya yang terdampar di Sabang (selain di Sabang etnis Rohingya juga ada yang terdampar di Idi Rayeuk) sekaligus membawa bantuan dari Lembaga Wakaf Al-Qur’an Jakarta, mungkin kedengaran sudah telat karena sebelumnya juga sudah banyak bantuan berdatangan baik dari perseorangan maupun lembaga seperti solidaritas yang ditunjukkan <span> </span>warga Aceh Blogger beberapa waktu lalu.</p>
<div id="attachment_226" class="wp-caption alignright" style="width: 369px"><img class="size-medium wp-image-226" title="lokasi-pengungsi" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/lokasi-pengungsi.jpg?w=359&#038;h=178" alt="lokasi-pengungsi" width="359" height="178" /><p class="wp-caption-text">Gerbang LANAL Sabang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika menapaki pintu gerbang tempat penampungan di dermaga LANAL Sabang, kita langsung disuguhi pemandangan memilukan pengungsi. Sebagai manusia mereka tentu sangat tidak pantas untuk hidup seperti sekarang tapi baik pihak TNI AL maupun pemerintah memang tidak punya pilihan lain selain tetap merelokasi mereka sampai permintaan pemulangan dari negara mereka keluar. Sampai bulan ketiga masa relokasi belum ada pengumuman resmi tentang status warga etnis rohingya ini bahkan Deplu menutup akses informasi tentang keterangan mereka kepada pers, maklum ini menyangkut isu sensitive yang dapat mempengaruhi hubungan kedua negara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berikut beberapa keterangan dan kesan yang saya dapat dari kunjungan singkat kami :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Bukan Hanya Muslim</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut keterangan mantan penanggung jawab keamanan pengungsi Bapak Rudi Wahono komunitas warga etnis rohingya ini tidak hanya beragama Islam tapi juga terdapat dua orang yang beragama Hindu dan Budha. Identitas mereka baru diketahui ketika penjaga LANAL mulai memberlakukan Shalat Subuh di lapangan dermaga LANAL. Ketika itu dua orang warga tersebut mengaku beragama non muslim, selama ini mereka menyembunyikan identitas karena takut dibunuh oleh temannya ketika berdesakan didalam perahu. Masih menurut keterangan pak Rudi memang ada sentiment keagamaan antar para etnis Rohingya di sebabkan oleh kebencian terhadap perlakuan semena-mena penguasanya yang <em>notabene</em> beragama Budha.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Asal-usul yang Simpang Siur</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah penyerahan bantuan secara simbolis oleh ust. Marseno kepada warga Rohingya, kami menyempatkan diri untuk duduk ngopi bersama beberapa orang penjaga yang kebetulan tidak dinas. Menurut keterangan mereka selama ini untuk pasokan sayur dan minyak goreng pengungsi selalu ditalangi secara rutin oleh pihak IOM (International Organitation for Migration) beruntung bagi kami karena kebetulan staff IOM yang bertanggung jawab juga ikut ngopi sehingga kami bisa bertanya lebih detail tentang kondisi pengungsi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Staff IOM tersebut menceritakan bahwa tidak semua pengungsi berwarga negara Myanmar seperti dugaan awal akan tetapi sebagian juga berasal dari Bangladesh dan sekitarnya, hal itu terungkap ketika salah satu lembaga PBB yang bekerja untuk memulangkan pengungsi mewawancara satu-persatu dari warga Rohingya. Menurutnya warga yang berasal dari Bangladesh mengaku bahwa langkah eksodus <span> </span>ditempuh karena dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memperbaiki nasib, berbeda dengan warga yang berasal dari Myanmar mereka mengaku eksodus dilakukan semata-mata karena penindasan pemerintah Junta Militer. Namun hal itu juga masih simpang siur karena setiap kali wawancara diulang keterangan mereka selalu berbelit-belit dan tidak konsisten, secara psikologis warga Rohingya memang masih menderita <em>shock</em> akibat perlakuan biadab militer Thailand beberapa waktu lalu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kuli dan Buruh Panggul yang Sulit di Atur</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagian besar dari mereka adalah kuli dan buruh panggul yang tidak pernah merasakan kesejahteraan hidup, keadaan ini terlihat jelas dari perilaku mereka sehari-hari yang jauh dari kesan masyarakat terpelajar. Dengan mata kepala saya melihat mereka memanggul <em>shak</em> beras kegudang dengan cara berlari sekitar 100 m padahal pada saat yang sama terdapat kendaraan angkut yang sedang melakukan aktifitas serupa, sungguh bagi saya ini merupakan pemandangan tidak biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Didalam keterangan lanjutan mantan penanggung jawab keamanan pengungsi pak Rudi, beliau berkisah pernah suatu hari mereka disuruh untuk mengaduk semen untuk pembuatan dapur tempat mereka memasak, kemudian olehnya mereka di ajari cara mengaduk semen yang benar akan tetapi anehnya mereka tetap mengaduk dengan tangan tanpa mau menggunakan alat bantu yang disediakan seperti skop atau cangkul. Masih menurutnya, banyak diantara mereka juga tidak mengerti cara berbagi dengan teman atau bahkan sulit diatur, seperti tetap mencuri walaupun itu adalah barang sesama warga pengungsi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fenomena tersebut menurutnya wajar mengingat sejak lahir mereka sudah diperlakukan bagai binatang oleh pemerintahnya sehingga perkembangan secara psikologis komunitas seperti ini biasanya berbeda dengan masyarakat <em>urban</em> pada umumnya, sekilas perilaku mereka memang terlihat menyerupai masyarakat yang tidak pernah tersentuh peradaban.</p>
<div id="attachment_231" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-231" title="web-2" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/web-2.jpg?w=450&#038;h=147" alt="web-2" width="450" height="147" /><p class="wp-caption-text">Suasana Tenda Pengungsi</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Renungan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Warga etnis Rohingya adalah manusia yang tidak diakui keberadaannya di Myanmar, dalam berbagai keterangan yang pernah saya dapatkan bahkan pemerintah Junta Militer Myanmar ingin melenyapkan secara permanen etnis ini dari negaranya. Namun, perlakuan <span> </span>subvertif dan kekejaman penguasa kafir terhadap warganya yang muslim memang tidak hanya terjadi di Myanmar saja seperti dalam kasus etnis Rohingya akan tetapi kerap kali juga terjadi pada sejumlah negara lain yang<span> </span>berpenduduk muslim minoritas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekitar pukul 15.30 kami harus beranjak meninggalkan lokasi pengungsian, didalam hati saya masih menyimpan keprihatinan yang cukup mendalam terhadap kondisi para saudara kita ini. Mereka memang di lahirkan tidak se-beruntung kita dan sebentar lagi juga akan dipulangkan kembali ke negara asalnya, tidak ada kecaman atau keprihatinan dunia Internasional mengiringinya, akan tetapi mereka tetap saudara kita yang dengannya di akhirat kelak ALLAH SWT akan bertanya “apa yang pernah kamu lakukan untuk menolong mereka ?”.</p>
<div id="attachment_230" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-230" title="slide1" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/slide1.jpg?w=450&#038;h=338" alt="slide1" width="450" height="338" /><p class="wp-caption-text">Penyerahan Bantuan Secara Simbolis oleh ust. Marseno</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>( Kunjungan kami selanjutnya adalah ke Idi Rayeuk, Aceh Timur )</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=222&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2009/05/01/menyapa-warga-rohingya-i-sabang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/bersama-ust-marseno1.jpg?w=294" medium="image">
			<media:title type="html">bersama-ust-marseno1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/lokasi-pengungsi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lokasi-pengungsi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/web-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">web-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/05/slide1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Tanggapan Atas Isi SMS Tgk. Harmen Nuriqmar</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2009/04/10/sebuah-tanggapan-atas-isi-sms-tgk-harmen-nuriqmar/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2009/04/10/sebuah-tanggapan-atas-isi-sms-tgk-harmen-nuriqmar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 16:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[harmen nuriqmar]]></category>
		<category><![CDATA[Legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[Parlemen]]></category>
		<category><![CDATA[PDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[PEMILU yang digembar-gemborkan oleh media sebagai penentu masa depan Indonesia sudah berlalu beberapa waktu lalu (pelaksanaan PEMILU Kamis, 09 April 2009), apapun hasilnya sepertinya memang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan dan kesejahteraan. Ya setidaknya begitulah yang ada di benak saya, termasuk golongan manakah anda? Golput atau bukan bagi saya tidak menjadi masalah karena memilih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=214&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PEMILU yang digembar-gemborkan oleh media sebagai penentu masa depan Indonesia sudah berlalu beberapa waktu lalu (pelaksanaan PEMILU Kamis, 09 April 2009), apapun hasilnya sepertinya memang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan dan kesejahteraan. Ya setidaknya begitulah yang ada di benak saya, termasuk golongan manakah anda? Golput atau bukan bagi saya tidak menjadi masalah karena memilih sendiri adalah merupakan hak bukan kewajiban.</p>
<p><span id="more-214"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Minus<span> </span>1 hari menjelang<span> </span>PEMILU, Handphone saya mulai di banjiri SMS dari para caleg dan pengurus partai, isinya tentu seperti yang juga anda terima, sebagian besar SMS adalah merupakan seruan untuk memilih yang bersangkutan dan mohon doa restu. Namun diantara sekian banyak yang masuk hanya satu SMS yang memikat perhatian saya, pesan itu berasal dari ketua PDA (Partai Daulat Aceh) yaitu Tgk. Harmen Nuriqmar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti inilah isi teks SMS tersebut :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em>Ass…4 sebab DPR dari PDA wajib di control oleh Ulama dan dipeuteubit dari dewan bila di peubut salah :</em></p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><em><span><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><em>Dengan hana dalam jabatan politik, Ulama ingin berbuat keadilan dan kemakmuran melalui DPRA/K <span> </span>dari PDA.</em></li>
<li><!--[if !supportLists]--><em><span><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em>Syariat han jalan di Aceh, hanya Ulama yang mampu menegakkan Islam lewat PDA. Bila Syariat jalan di Aceh pasti mendapat kemakmuran (QS Fusshilat: 300).</em></li>
<li><!--[if !supportLists]--><em><span><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><em>Tanpa upah Ulama selalu mengajarkan rakyat menjadi jujur dan baik.</em></li>
<li><!--[if !supportLists]--><em><span><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><em>Ulama han teupengaroh (interfensi) dengan kebatilan.</em></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em>Tlg peutroh2!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Menarik memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan dalam SMS tersebut terlebih karena Tgk. Harmen selaku pengirim menggunakan sebutan <span> </span>Ulama sebagai objek yang dipercayakan untuk mengontrol jalannya pemerintahan di Aceh. Sudah menjadi kebiasaan ketika berbicara agama mayoritas masyarakat Aceh akan senantiasa merujuk <span> </span>kepada para Teungku atau pimpinan pesantren yang berada di daerah tempat ia tinggal (terutama masyarakat di luar wilayah-wilayah urban), mereka inilah yang dalam terminologi orang Aceh di sebut Ulama.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ulama sebagai pewaris nabi dan penjaga agama adalah benar karena memang Rasullullah mengatakan demikian, tapi sebenarnya bagaimanakah kriteria orang yang kemudian layak di sebut sebagai Ulama? Tentu ini perlu pengkajian mendalam terhadap realitas disekitar kita, benarkah orang yang selama ini disebut Ulama layak menyandang gelar Ulama? Atau hanya setingkat para ahli ibadah yang tidak <em>mafhum</em> persoalan dunia!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi saya tidak hendak membahas hal yang dalam masyarakat ini dianggap kontroversial, saya hanya hendak membahas isi dari SMS Tgk harmen tersebut, tepatkah konteks yang dipaparkan dalam SMS tersebut? Berikut uraiannya :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>1. Dengan hana dalam jabatan politik, Ulama ingin berbuat keadilan dan kemakmuran melalui DPRA/K dari PDA. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Tanggapan :</em></strong><em> </em>Benarkah asumsi selama ini yang mengatakan bahwa Ulama tidak harus terlibat politik? Lantas siapa yang berhak terlibat politik sedangkan Ulama yang <em>notabene</em> orang yang <span> </span>faqih terhadap agama saja tidak berhak? Maka jawaban satunya-satunya adalah mereka yang tidak mengerti agama-lah yang berhak duduk didalam politik!<em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalau kita jeli sebenarnya pemikiran seperti ini adalah ide pikir khas bercorak sekuler yang berdasar pada pemisahan agama terhadap kehidupan (fashluddin a’nil hayah) dimana politik diposisikan kotor dan penuh <em>intrik</em> sehingga Ulama tidak layak bermain di dalamnya. Dalam pemikiran ini politik adalah sarana untuk meraih kekuasaan dan mempertahankannya, terserah dengan jalan apapun asalkan berhasil meraihnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu sisi ada benarnya bahwa <span> </span>Ulama memang tidak layak berkecimpung di dalam politik <em>kufur</em> seperti demokrasi yang berlaku sekarang, namun bukan berarti lepas dari persoalan politik. dalam catatan sejarah Islam Ulama adalah adalah orang yang paling berhak memberikan pertimbangan politik bahkan menjadi pelaku politik itu sendiri hal ini wajar mengingat Ulama adalah orang memiliki pengetahuan kuat tentang keIslaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Islam sendiri seperti kita ketahui adalah agama lengkap yang tidak hanya berbicara persoalan ibadah dan akhlak akan tetapi juga mencakup setiap aspek pengaturan kehidupan seperti sistem sosial, politik, ekonomi dan budaya. Maka sudah barang tentu orang <em>faqih</em> yang di sebut Ulama tadi adalah orang yang paling mengerti tentang berbagai aspek pengaturan dan kehidupan dunia tentunya dalam tinjauan syara’.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memposisikan Ulama hanya sebagai aparat stempel fatwa dan pembaca doa saja jelas merupakan pengkebirian terhadap peran sentral para perawis nabi tersebut, apalagi bila hanya sebagai penasehat para pemain politik kufur. <em>Naudzubillah min dzalik</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>2. Syariat han jalan di Aceh, hanya Ulama yang mampu menegakkan Islam lewat PDA. Bila Syariat jalan di Aceh pasti mendapat kemakmuran (QS Fusshilat: 300).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Tanggapan : </em></strong>Benar bahwa bila Syariat dijalankan akan tercipta kemakmuran dan juga benar bahwa dengan peran Ulama Syariat akan terjaga, tapi apakah benar Aceh akan dapat menerapkan Syariat Islam secara kaffah dengan parlemen?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak bisa dipungkiri bahwa Syariat Islam adalah seperangkat hukum yang memerlukan penerapan melalui peran <em>Political Will</em> penguasa, kalau hanya substansi mengapa Rasullullah menegakkan Daulah Islam di Madinah! Mengapa tidak hanya berhenti pada aspek keyakinan dan membiarkan penguasa tetap dipimpin Bani Quraisy? Jawabannya karena Islam adalah ideologi menyeluruh yang memerlukan penerapan secara praktis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Parlemen adalah tempat dimana hukum dibuat berdasarkan suara mayoritas dan kepentingan kelompok, maka setiap hukum yang dihasilkan sebenarnya adalah hasil kompromi dari berbagai kelompok yang terdapat di dalam parlemen tersebut. Berharap penerapan Syariat didalam parlemen adalah mustahil, apalagi bila parlemen tersebut hanya level lokal yang tidak memiliki korelasi dengan pusat pemerintahan yang berhak melaksanakan hukum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam konteks Aceh penerapan Syariat jelas tidak mungkin, bagaimana bisa Syariat yang kompleks hanya diurusi sebatas Dinas, sedangkan masih terdapat lembaga ke-Gubernuran diatasnya. Dalam pelaksanaan pemerintahan lokal Gubernurlah yang bertindak sebagai pelaksana hukum dan pengatur regulasi bukan Dinas, lalu apa yang dapat diperbuat oleh Dinas Syariat Islam? Sedangkan dalam aspek lainnya sudah ada Dinas masing-masing<span> </span>seperti industri sudah ada Dinas perindustrian atau masalah ekonomi sudah ada Kadin dan perangkat sejenisnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tinggal yang menjadi tanda Tanya sekarang adalah konsep apa dan bagaimana yang akan diberlakukan sekaligus <span> </span>disahkan oleh parlemen dalam hal ini diwakili oleh PDA yang katanya didukung mayoritas Ulama?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>3. Tanpa upah Ulama selalu mengajarkan rakyat menjadi jujur dan baik.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Tanggapan : </em></strong>Sebagai orang yang <em>faqih</em> terhadap agama Ulama tentunya merupakan tempat bagi masyarakat untuk bertanya dan berkeluh kesah, keberadaan Ulama juga menjadi guru dalam tatanan sosial masyarakat Islam. Namun tidak semua pengajar agama dapat dikatakan Ulama, merujuk kepada peran dan fungsi maka Uama bukan hanya orang yang mengajar anak-anak mengaji tapi juga pemutus dan penggali hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT. Sangat ironis melihat kondisi sekarang dimana keberadaan Ulama menjadi barang yang langka ditengah-tengah mayoritas kaum muslimin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keberadaan Ulama tidak hanya berfungsi sebagai pengajar akhlak seperti jujur dan berbuat baik, keberadaan Ulama harusnya juga menjadi alat untuk merubah tatanan masyarakat dari tatanan <em>batil </em>menuju tatanan yang <em>haq</em> dan dari hidup di luar aturan Islam menjadi hidup sesuai dengan aturan Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>4. Ulama han teupengaroh (interfensi) dengan kebatilan.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Tanggapan : </em></strong>Pengaruh sufistik yang parah menjadikan orang yang belajar Islam hanya mementingkan aspek kepribadian untuk diamalkan daripada mengkaji persoalan-persoalan sosial disekitarnya, orang-orang seperti ini kemudian mendirikan pesantren-pesantren dan majelis <em>suluk</em> di daerah-daerah tempat ia tinggal. Dikemudian hari orang-orang seperti inilah yang disebut Ulama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Realitas diatas dapat kita temukan hampir diseluruh pelosok nusantara tidak terkecuali di Aceh, coba tanyakan kepada masyarakat umum tentang manakah yang disebut Ulama? Tentu orang akan serta-merta menunjuk para guru atau ustad yang mempunyai pesantren-pesantren atau menunjuk ustad-ustad yang kadang-kadang hanya mampu mengajarkan baca Al-Qur’an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sulit membayangkan bila orang dengan kategori diatas dapat menghindar dari kebatilan, bila skala kebatilan hanya persoalan individu mungkin tapi bila sudah berbicara sistem maka akan sulit membayangkan bahwa ia tidak ikut-ikutan terbawa arus. Berapa banyak para ustad yang merasa aman-aman saja mengambil kredit pada bank atau berapa banyak para tengku yang notabenenya disebut Ulama berlomba mati-matian untuk mendapatkan bantuan uang dari negara donor tanpa mau perduli dengan misi didalamnya!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua fakta diatas sebenarnya <span> </span>disebabkan oleh kemerosotan berpikir ditengah-tengah kaum muslimin yang amat parah, serbuan ide sekularisme menjangkiti hampir segala sendi kehidupan kaum muslimin dan bahkan tidak jarang pelakunya juga kaum muslimin sendiri. Keadaan seperti sekarang merupakan implikasi logis dari ketidakpahaman para panutan masyarakat (pemuka agama) terhadap realitas kekininian sehingga mereka tidak mampu mengurai masalah-masalah yang terjadi dengan Islam, seolah-olah Islam dan para Ulama hanya berperan didalam masalah akhlak dan moral semata tidak pada persoalan lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keterbatasan para Ulama dalam memutuskan perkara-perkara menyangkut keumatan menjadikan posisi Ulama kurang dihargai ditengah-tengah umat, akhirnya Ulama hanya diposisikan sebagai alat untuk melegitimasi kepentingan-kepentingan pihak yang berkuasa dengan berdasarkan atas kepentingan umat, maka benarlah sabda Rasullullah SAW :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Akan datang kepadamu masa penuh tipu daya, dimana orang-orang akan mempercayai kebohongan dan mendustakan kebenaran, dan mereka mempercayai para pengkhianat dan tidak mempercayai para pembawa kebenaran. Pada masa itu, Ruwaibidlah akan berbicara. Mereka bertanya, “dan apakah itu Ruwaibidlah?” Rasullullah berkata : “Ruwaibidlah adalah orang-orang bodoh, (yang berbicara) tentang urusan umat.” <strong>(HR. Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra).</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Wallahu’alam bi ash shawab.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>( Mohon maaf bila tulisan ini mencatut nama Tgk. Harmen Nuriqmar, dengan tidak mengurangi rasa hormat kiranya ini hanya merupakan upaya saya dalam ingat-mengingati sesama muslim ).</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=214&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2009/04/10/sebuah-tanggapan-atas-isi-sms-tgk-harmen-nuriqmar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seputar Motivasi Calon Anggota Legislatif Kita</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2009/03/18/seputar-motivasi-calon-anggota-legislatif-kita/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2009/03/18/seputar-motivasi-calon-anggota-legislatif-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 16:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi gagal]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Seruan dan poster para CALEG (Calon Anggota Legislatif) kembali memenuhi sudut-sudut kota maupun jalan-jalan di daerah dan pelosok mana-pun di Indonesia, terkadang terkesan semrawut dan tidak beraturan. Bagi rakyat semua itu adalah pertanda musim PEMILU (Pemilihan Umum) telah datang untuk kesekian kalinya, menyapa semua kalangan, bahkan kepada mereka yang kadang-kadang sudah lupa bahwa masih punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=203&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-204" title="gubahan" src="http://ferza.files.wordpress.com/2009/03/gubahan.jpg?w=300&#038;h=175" alt="gubahan" width="300" height="175" />Seruan dan poster para CALEG (Calon Anggota Legislatif) kembali memenuhi sudut-sudut kota maupun jalan-jalan di daerah dan pelosok mana-pun di Indonesia, terkadang terkesan <em>semrawut</em> dan tidak beraturan. Bagi rakyat semua itu adalah pertanda musim PEMILU (Pemilihan Umum) telah datang untuk kesekian kalinya, menyapa semua kalangan, bahkan kepada mereka yang kadang-kadang sudah lupa bahwa masih punya pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span id="more-203"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Hajatan pesta Demokrasi kali ini memang sedikit berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya, penyebabnya adalah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus daftar nomor urut para CALEG sehingga semua peserta memiliki status yang sama. Sekarang sudah tidak ada perbedaan lagi apakah yang bersangkutan sebagai ketua partai atau kader biasa, semua tetap harus ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Akibatnya, kini masing-masing dari para CALEG harus berusaha semaksimal mungkin paling tidak untuk memoles senyum seindah-indahnya di jalanan melalui poster-poster dan spanduk atau menggunakan media baik cetak maupun <span> </span>elektronik untuk memasang iklan <span> </span>sebanyak-banyaknya dengan berbagai bentuk mulai dari yang memuji-muji<span> </span>diri sendiri sampai tawaran kuis berhadiah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Khusus untuk Aceh terdapat beberapa keistimewaan seperti adanya Partai Lokal (PARLOK), keberadaan pemantau asing dan Komite khusus KIP . Partai lokal dibentuk atas amanat dalam perjanjian MOU Helsinki demi mendukung Demokratisasi dan hak-hak masyarakat korban konflik. Terdapat 6 Partai Politik Lokal yang berhak mengikuti PEMILU yaitu PRA (Partai Rakyat Aceh), PDA (Partai Daulat Aceh), PAAS (Partai Aceh Aman Sejahtera), Partai SIRA, PA (Partai Aceh), dan PBA (Partai Bersatu Aceh).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun sejauh apa kiprah dan kapabilitas calon-calon yang beredar sampai saat ini memang masih tetap mengundang tanda tanya, nyaris tidak ada perbedaan antara calon yang diusung PARLOK ataupun PARNAS. Hal tersebut disebabkan tidak adanya CALEG baik usungan lokal maupun nasional yang secara terbuka mengeluarkan konsep kepada publik akan aspirasi yang dibawanya ketika kelak dia terpilih memenangkan pertarungan. Bahkan Kemiskinan konsep terlihat jelas pada calon usungan partai berbasis lokal yang cenderung hanya mampu menggunakan cara-cara primordial dalam berkampanye, seperti memanfaatkan isu kedekatan <em>historis </em>dan simbol-simbol kesukuan yang bermakna sempit .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hampir tidak adanya CALEG yang layak menjadi penyampai aspirasi rakyat di satu sisi menjadi dilemma tersendiri di tengah gejala parah ke-apatis-an masyarakat pemilih, namun di sisi lain justru <em>animo</em> untuk menjadi peserta Calon Anggota Legislatif semakin membludak. Berangkat dari fakta tersebut maka ada baiknya bila kita mencoba untuk mengkaji lebih dalam mengenai motivasi yang mendorong orang untuk mencalonkan diri meski dengan kemampuan minim menjadi seorang CALEG (Calon Anggota Legislatif), hal tersebut terasa penting mengingat mahalnya harga yang harus dibayar seseorang apabila ingin ikut berpartisipasi dalam pesta Demokrasi ini<a name="_ednref1" href="#_edn1"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1. Motivasi Kebendaan (al-Quwwah al-Madiyyah)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sering kita mendengar asumsi sebagian masyarakat terhadap keberadaan para CALEG dalam pentas politik praktis kadang-kadang juga dilandasi oleh keinginan untuk memperoleh penghidupan yang layak, hal ini wajar mengingat kondisi sekarang memang membutuhkan usaha keras walaupun<span> </span>hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan primer (al-Hajatul Uduwiyah). Maka ditengah kondisi sulit seperti sekarang bisa jadi kemudian orang melihat menjadi anggota legislatif sebagai alternatif untuk memperoleh pekerjaan, apalagi bila melihat dari kewenangan anggota legislatif yang begitu luas tentu ini sangat menggiurkan banyak orang. Secara garis umum anggota legislatif mempunyai kewenangan besar dalam beberapa hal seperti, penentuan mata anggaran tahunan, melegislasi hukum seputar hajat hidup orang banyak, menyetujui atau menolak draft peraturan baik daerah maupun pusat, memiliki wewenang menentukan pejabat di birokrasi <span> </span>dan lain-lain dalam hal yang bersifat strategis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka senada dengan opini umum yang terlanjur <span> </span>berkembang beberapa pengamat juga memprediksikan hal yang sama, menarik menyimak komentar pakar psikologi politik Universitas Gadjah Mada Mohammad As’ad kepada SINDO seperti dikutip Indra J Piliang Official Website, beliau melihat motivasi sejumlah orang menjadi CALEG lebih disebabkan tujuan ekonomi semata. Bagaimana tidak, setiap anggota Dewan sedikitnya menerima gaji bulanan Rp 46.100.000. Jumlah ini berasal dari gaji paket Rp 15.510.000, bantuan listrik Rp 5.496.000, tunjangan aspirasi Rp 7.200.000, tunjangan kehormatan Rp 3.150.000, dan tunjangan pengawasan Rp2.100.000. Selain gaji bulanan ini, setiap anggota Dewan pun berhak atas penerimaan non bulanan yang jumlahnya juga tidak sedikit. Di antaranya penerimaan itu adalah gaji ke-13 yang diberikan tiap Juni (Rp16,4 juta) dan dana penyerapan aspirasi setiap masa <em>reses</em> yang bisa mencapai Rp31,5 juta (dalam satu tahun bisa 4 kali <em>reses</em>). Jika dihitung, dalam satu tahun setiap anggota DPR sedikitnya bisa membawa pulang lebih dari setengah miliar<a name="_ednref2" href="#_edn2"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain itu, setiap anggota Dewan juga berhak atas berbagai fasilitas, dari tempat tinggal hingga kendaraan pribadi. Dengan fasilitas yang melekat di diri anggota Dewan ini, tidak salah jika jabatan tersebut menawarkan kemapanan. Selain keuntungan dalam bentuk materi, kekuasaan anggota DPR juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan kewenangan yang diatur oleh UUD serta legitimasi para konstituennya, anggota DPR mempunyai posisi sangat terhormat di mata masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh sebab terbukanya peluang untuk menentukan arah hidup ketika nantinya menjadi anggota legislator maka tidak berlebihan bila sejumlah orang rela membuang uang jutaan rupiah, bahkan bila perlu dengan menggandeng donatur yang nantinya berfungsi mem-back-up dana kampanyenya meskipun harus melalui perjanjian timbal balik yang dapat merugikan rakyat. Unsur balas budi ini kadang-kadang sangat telanjang penampakannya dan tidak susah menganalogikannya, sebagai contoh dalam kasus pembuatan mata anggaran saja sang anggota dewan tentu dengan mudahnya mengutak-atik berbagai plot anggaran sesuai kehendaknya dan donatur, atau sekedar melaksanakan “titipan” kepentingan partainya, namun semua itu dilakukan biasanya dengan berbekal lobi-lobi yang sudah lazim diketahui dalam dunia wakil rakyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Motivasi Emosional (al-Quwwah al-Ma’nawiyah)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masih terdapat orang-orang yang berpikiran ideal dan ikhlas dalam hal motivasi, memang ditengah kondisi yang serba pragmatis seperti sekarang rasanya susah menemukan mereka yang masih objektif, namun bukan berarti tidak ada. Biasanya kebanyakan dari mereka adalah orang yang kecewa pada keadaan dan<span> </span>tergerak semata-mata hanya karena faktor emosional <span> </span>sehingga arah dan tujuan yang ingin dicapai ketika terpilih nantipun masih tidak jelas dan buram, hal ini wajar mengingat yang menggerakkan dia untuk mengikuti jalur politik praktis adalah hanya karena semata-mata <span> </span>di latarbelakangi oleh perasaan akan kesamaan nasib sesama manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketidakmampuan berpikir dan mengambil solusi diluar arus utama menjadikan sebagian orangkemudian<span> </span>mengalihkan perhatian kepada lembaga legislatif dan mengannggap sebagai satu-satunya sarana untuk <span> </span>menyampaikan aspirasi serta melakukan perubahan tanpa disertai analisis mendalam terhadap konsep dan fakta yang akan diubah, maka tidak mengherankan bila<span> </span>para aktifis, ulama, para cendekiawan, pengamat dan berbagai praktisi lainnya kemudian berlomba-lomba untuk menjadi CALEG hanya karena ingin menyalurkan idealisme yang mereka pikul selama ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jelas kondisi di atas tidak akan pernah melahirkan perubahan kearah yang lebih baik apalagi ideal, bahkan mungkin akan menyeret pelakunya kearah pragmatisme baru. Pengalaman harusnya mampu menjadi pelajaran, lihatlah berapa banyak para aktifis yang dulunya <em>getol</em> menyerang pemerintah tapi ketika duduk didalam ternyata hanya diam dan tidak mampu berbuat apa-apa atau ulama yang ternyata belakangan lebih rela menjual agamanya dan menghinakan dirinya daripada harus kehilangan kursi. Oleh sebab itu berbekal perasaan saja dikhawatirkan hanya akan menyeret pelakunya pada kecelakaan, sebab realitas tidak bisa hanya dianalisa dari sudut perasaan semata namun juga memerlukan penelitian dan konsep yang matang sebelum kemudian mengambil sebuah keputusan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>3. Motivasi Ideologis non-Spiritualitas</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diantara beragam motivasi yang menyertai para caleg motivasi ideologis adalah yang paling kuat, berangkat dari pemahaman yang pasti tentang apa yang diyakininya sebagai solusi seseorang kemudian tergerak untuk mempertahankan eksistensi sistem yang selama ini menguntungkannya. Keberadaan CALEG yang berlandaskan ideologi ini bila dilihat dari realitas sepertinya memang sedikit jumlahnya namun bukan berarti tidak ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Partai-partai yang nyata-nyata berhaluan sekuler tentu akan mendidik kadernya dengan pemahaman menyeluruh tentang ideologi yang diyakininya agar kelak diharapkan sang CALEG mampu menjalankan agenda partai dengan baik. Sekulerisme adalah paham yang berakar dari ideologi kapitalisme dan bersandar mutlak pada kebebasan, implikasi dari di penerapan ideologi ini pada akhirnya melahirkan sistem politik bernama Demokrasi, Demokrasi-lah yang di kemudian hari meletakkan dasar dari sistem Parlementer yang sekarang berjalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentunya para aktifis yang mengerti tentang esensi dari politik demokrasi akan terjun kedalam politik parlementer dengan sejumlah kepentingan yang bersifat ideologis, walaupun sama-sama bersandar pada manfaat (maslahat) sebagai sifat dasar ide demokrasi tapi keberadaan CALEG ideologis lebih kuat secara motivasi karena didasari oleh pemahaman yang pasti tentang sistem politik yang diikutinya. Adapun keberadaan sejumlah partai Kristen dan CALEG-nya secara motivasi sepertinya lebih bersifat ideologis karena dilatarbelakangi oleh faktor kedekatan historis yang melatarbelakangi lahirnya ideologi kapitalisme barat.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diluar para aktifis partai Kristen dan Sekuler masih terdapat satu faksi yang secara gerakan dan motivasi bersifat ideologis, yaitu partai yang berhaluan sosialis. Walaupun Negara yang menaunginya telah runtuh ideologi sosialisme diyakini tetap hidup dan dianut oleh sejumlah orang yang terlanjur kecewa terhadap Kapitalisme, mereka percaya bahwa tidak ada solusi lain di luar asas-asas yang dianut sosialisme. Ideologi sosialisme muncul dari akumulasi kekecewaan terhadap kesewenang-wenangan kaum pemilik modal (borjuis) terhadap kaum buruh (proletar) di masa-masa pasca kapitalisme menemukan momentumnya melalui Revolusi Industri, Sosialisme muncul sebagai sesuatu yang ekstrem dalam memandang kesejahteraan hingga berlawanan dengan fitrah manusia secara keseluruhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun belakangan secara praktek sosialisme telah banyak terkooptasi oleh kapitalisme baik dalam metode maupun aspek penerapannya, terdapat beberapa Negara yang masih mengaku berhaluan Sosialis seperti Kuba, Venezuela dan Cina. Para aktifis partai yang berhaluan kiri ini tentu mempunyai tujuan yang lebih dari sekedar jabatan dan uang tapi juga perubahan hukum dan institusi yang menjiwai ideologi yang di-anut-nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di Indonesia, untuk mengidentifikasi secara langsung para aktifis dan partai Sosialis tentu tidak mudah karena Indonesia sendiri telah melarang aktifitas berbau Sosialis khususnya aliran komunis. Satu-satunya cara untuk mengenalinya adalah melalui atribut, slogan atau konsep yang ditawarkan oleh partai tersebut dan biasanya bersifat sangat khas. Khusus di Aceh keberadaan PRA (Partai Rakyat Aceh) disinyalir berhaluan Sosialis walaupun tidak tulen<a name="_ednref3" href="#_edn3"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, ini dapat ditelusuri dari simbol dan konsep yang ditawarkan partai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Motivasi Hakiki dan Latar Belakang yang Melandasinya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila kita lebih jeli dalam melihat fakta lapangan, maka akan terlihat bahwa perbuatan seorang manusia sangat terikat dengan <em>mafhum</em> (pemahaman) terhadap aktifitas yang dijalankannya. Dia<span> </span>tidak serta merta berbuat tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan hasil yang akan dicapai, pemahaman terhadap realitas akan melahirkan perbuatan yang berkesuaian dengan pemahaman yang dianut individu bersangkutan, maka kesalahan dalam memahami realitas juga akan berdampak pada kesalahan pada perbuatan sebagai perwujudan kehidupan individu tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Secara teori seseorang ketika berbuat sesuatu ia akan senantisa didorong oleh sebuah motivasi, baik berupa apapun bentuknya. Secara garis besar motivasi ini dapat di bagi menjadi beberapa bentuk klasifikasi yaitu : berupa motivasi materi atau kebendaan (al-quwwah al- madiyyah), motivasi emosional atau non materi (al-quwwah al-ma’nawiyah) seperti ingin di puji, merasa dermawan, atau bahkan strategi untuk meraih sesuatu yang membutuhkan lobi-lobi panjang, dan motivasi spiritual (al-quwwah ar-ruhiyyah)<a name="_ednref4" href="#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Dari ketiga motivasi tersebut tentu motivasi paling akhir-lah yang kuat secara perbuatan karena mutlak hanya mengandalkan sesuatu yang bagi pelaku di yakini merupakan persoalan yang sangat <em>Superior</em> (kuat) yaitu Allah SWT (bagi yang percaya terhadap keimanan Islam), motivasi seperti ini tidak akan mudah dibelokkan karena bertumpu pada pondasi kuat keyakinan akan adanya hari pertanggung jawaban (akhirat).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita ambil contoh motivasi dalam sejarah masyarakat Islam yang ditandai dengan berdirinya Negara Islam di Madinah, siapapun pasti akan menemukan sejarah standar kehidupan unik yang tidak dimiliki oleh peradaban lain manapun sepanjang sejarah kehidupan manusia, Islam telah melahirkan orang-orang kuat secara dorongan motivasi seperti Abu Bakar ra yang demi perjuangan rela menyerahkan semua dari hartanya hingga tidak ada lagi yang dimilikinya atau Mushab bin Umair yang rela meninggalkan orang tua dan kekayaanya semata-mata karena ingin berjuang bersama Rasul<a name="_ednref5" href="#_edn5"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jelas ini adalah perwujudan nyata dari motivasi spiritual (al-Quwwah ar-Ruhiyah), dan hanya terjadi didalam sejarah peradaban Islam tidak pada yang lain. Akidah Islam yang rasional dan mampu menjawab berbagai problem kehidupan menjadikan <span> </span>mereka hanya menginginkan balasan surga dan keridhoan Allah SWT, sesuatu yang tidak dapat dibayangkan oleh seseorang yang tidak punya nilai keimanan di dalam dirinya. Para sahabat sangat yakin dengan apa yang diberitakan oleh Rasulullah sehingga tidak menyisakan ruang keraguan sedikitpun didalam hatinya. Beberapa riwayat percakapan yang bersifat motivasi :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Balasan apa yang kami peroleh, wahai Rasullullah, jika kami melakukan hal itu? Beliau menjawab, ‘Surga’. <strong>(Syaikh Safiyyur-Rahman, Sirah Nabawiyah hal 205).</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Atau</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Sa’ad bin Rabi’ dalam keadaan berlumuran darah dan menantikan ajalnya tiba, dia ditanya oleh Sa’ad bin Mu’adz, “Apa pesanmu yang terakhir wahai Sa’ad bin Rabi?”, ia pun menjawab, “Tolong sampaikan salamku kepada Rasullullah dan katakanlah kepada beliau; semoga Allah memberikan ganjaran kepadamu wahai Rasullullah karena engkau telah memberikan petunjuk kepada kami umatmu; demi Allah yang jiwaku ada digenggaman-Nya sungguh kami telah mendapatkan atas apa yang telah engkau janjikan (Surga) kepada kami”. <strong>(Dr. ‘Aid Al-Qarny, Sil’atullah Ghaliyah, terj).</strong><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi kesadaran terhadap motivasi Spiritual tidak serta-merta akan mengantarkan manusia pada kebenaran hakiki bila faktor yang melandasinya tidak diketahui, apalagi bila diposisikan hanya sekedar ilmu akhirat yang kering aplikasi. Spiritualisme didalam Islam sebenarnya adalah konsep pemahaman menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan kehidupan yang sekaligus memancarkan peraturan hidup. Ajaran Islam tidak hanya berkutat pada aspek ibadah saja namun juga menyangkut pengaturan urusan sesama manusia baik itu menyangkut interaksi sosial, ekonomi maupun hukum-hukum seputar masalah ke-negara-an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka ide-ide seperti <span> </span>pemisahan agama dan Negara jelas tidak dapat diterima didalam Islam sebab Syariat secara spesifik memandang antara agama dan Negara adalah integral dan tidak berdiri sendiri atau teori tentang pengakuan hak terhadap suara mayoritas merupakan ketetapan hukum seperti yang dianut oleh teori Demokrasi juga tertolak. Ketidakmengertian kaum muslimin terhadap perkara ini sebenarnya diawali oleh kemerosotan pemikiran ditengah-tengah umat akibat intervensi penjajah melalui perang pemikiran (ghazwul fikri), kemudian hal ini semakin menjadi-jadi setelah keruntuhan Daulah Khilafah Islamiyah di Turki pada tahun 1924.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengembalikan kesadaran kaum muslimin kepada ajaran Islam yang menyeluruh adalah hal yang paling penting agar kelak kaum muslimin tidak mudah dibelokkan oleh motivasi-motivasi rusak atau terjebak pada kebodohan sehingga harus mengambil solusi di luar Islam seperti yang terjadi sekarang. Kita tentu sangat berharap agar suatu saat nanti tidak akan ada lagi kaum muslimin yang masih melihat Demokrasi merupakan bagian dari Islam hanya karena semata-mata didalamnya terdapat aktifitas yang dinamakan dengan musyawarah, <em>Wallahu’alam bi ash shawab</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div><!--[if !supportEndnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="edn1">
<p class="MsoEndnoteText"><a name="_edn1" href="#_ednref1"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong>Lihat “Biar Tekor Asal Sohor”</strong>, <em>Tabloid Media Umat</em>, Edisi 8, 6-19 Maret 2009.</p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoEndnoteText"><a name="_edn2" href="#_ednref2"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><strong> Lihat “Pertarungan Beragam Motivasi”</strong>, Indra J Piliang Official Website.</p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoEndnoteText"><a name="_edn3" href="#_ednref3"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong>Lihat</strong> <strong>Menakar Peluang Tiga PARLOK</strong>, oleh Zulfikar Akbar, <em>www.acehinstitute.org</em>, 3 Februari 2009.</p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoEndnoteText"><a name="_edn4" href="#_ednref4"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong>Lihat</strong> <strong>Motivasi Perbuatan Manusia, </strong>Diskursus Islam Politik dan Spiritual, karya Hafidz Abdurrahman, Penerbit Al-Azhar Press, 2004.</p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoEndnoteText"><a name="_edn5" href="#_ednref5"><span class="MsoEndnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <strong>Lihat</strong> “<strong>Tadh-hiyah (Pengorbanan)”</strong>, <em>www.</em><span style="color:black;"><a href="http://www.hudzaifah.org/"><em><span style="color:black;">hudzaifah.org</span></em></a>,</span> 4 Juli 2003.</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=203&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2009/03/18/seputar-motivasi-calon-anggota-legislatif-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2009/03/gubahan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gubahan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlukah Berharap Pada Obama?</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2008/12/17/perlukah-berharap-pada-obama/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2008/12/17/perlukah-berharap-pada-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 21:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Harapan dan perubahan (hope and chance) merupakan dua jenis suku kata yang paling diminati para politisi dalam berkampanye tidak terkecuali Barrack Hussein Obama. Bagaikan sebuah mantra sihir, berkat dua suku kata inilah Obama berhasil mendulang poin untuk menuju tampuk presiden Amerika Serikat periode 2008/2014 sekaligus mengukuhkan diri sebagai presiden kulit hitam pertama di negeri Paman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=174&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-185 alignleft" title="obama_change3" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/12/obama_change3.jpg?w=90&#038;h=139" alt="obama_change3" width="90" height="139" />Harapan dan perubahan (hope and chance) merupakan dua jenis suku kata yang paling diminati para politisi dalam berkampanye tidak terkecuali Barrack Hussein Obama. Bagaikan sebuah mantra sihir, berkat dua suku kata inilah Obama berhasil mendulang poin untuk menuju tampuk presiden Amerika Serikat periode 2008/2014 sekaligus mengukuhkan diri sebagai presiden kulit hitam pertama di negeri Paman Sam tersebut.</p>
<p><span id="more-174"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ditengah situasi dan kondisi yang serba tidak pasti pasca berkuasanya George W Bush perubahan memang menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan untuk menyelamatkan masa depan Amerika dari berbagai krisis yang mendera. Negara “Adi Daya” itu kini ibarat pasien yang tengah menderita penyakit amat kronis sehingga bukan hanya pemberian obat yang diperlukan tapi juga sekaligus harus dilakukan pembedahan untuk mengangkat akar penyakit tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keadaan ini segera dimanfaatkan Obama untuk menggiring opini publik ke arah harapan dalam menyelamatkan Amerika di masa depan, dan seperti yang kita lihat semuanya “laku keras”. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa “Negara Cowboy” itu sejak di pimpin oleh Bush telah menjelma menjadi Negara paling di benci di dunia bahkan oleh rakyatnya sendiri, hal ini disebabkan oleh kebijakannya yang selalu kontroversial seperti perang melawan terror (penjajahan) di Afghanistan dan Irak yang selama 7 tahun terakhir tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, penguasaan dan intervensi pada sumber daya alam di dunia ketiga dan sejumlah kebijakan tidak populis lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa pertimbangan tersebut mampu menjadikan Obama mempunyai nilai tawar yang tinggi di mata masyarakat Amerika bahkan dunia. Banyak pengamat yang memuji-muji sosok Obama karena memiliki beberapa perbedaan daripada pendahulunya diantaranya karena Obama merupakan presiden pertama Amerika berkulit hitam, ayahnya merupakan seorang muslim Kenya, pernah tinggal selama +/- 5 tahun di Indonesia, mantan senator dan masih muda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Peristiwa yang bagi sebagian kalangan sangat bersejarah adalah ketika Obama terpilih sebagai presiden menyingkirkan pesaing utamanya John Mc-Cain pada tanggal 5 november kemarin. Di mata sebagian orang fenomena ini mampu menjadi pertanda bagi perubahan paradigma Amerika ke depan dalam memandang dunia, hingga seakan tidak mau ketinggalan para politisi dan praktisi gerakan di Indonesia juga ikut memberikan komentar dan ucapan selamat yang rasa-rasanya terlalu berlebihan. Terlepas dari berbagai polemik yang ada, lantas benarkah dengan berkuasanya seorang Obama Amerika akan serta merta berubah seperti slogan <em>Hope and Chance</em> yang dikampanyekannya selama ini? Rasanya kita perlu pesimis!</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><!--[if !supportLists]--><span><span></span></span>Amerika bukanlah Obama sendiri, Amerika adalah Negara yang dibangun dengan sebuah sistem yang teramat kompleks. Presiden adalah salah satu bagian dari sistem pemerintahan yang menjalankan mandat atas undang-undang yang dirancang dengan berbagai kepentingan sesuai asas kapitalisme.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span></span></span>Semua yang kita dengar dari Obama selama kampanye hanyalah retorika politik yang tidak memiliki bentuk jelas, harapan dan perubahan (hope and chance) yang menjadi slogannya tidak pernah didefinisikan dengan pasti dan ditentukan. Kita patut bertanya perubahan apa dan untuk apa? Harapan yang bagaimana? Amerika lebih baik yang seperti apa? Lebih baik dengan cara bagaimana?, semua hanyalah permainan kata untuk mendongkrak popularitas khas gaya promosi Sekuler Demokratis.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span></span></span>Isu kulit hitam sepertinya terlalu di <em>blow-up</em> sehingga seakan-akan rasisme yang selama ini bersarang luar biasa di Amerika akan dapat dihapuskan dengan serta-merta. Kita tentu tidak lupa dengan keberadaan sejumlah petinggi kulit hitam lain yang memiliki <em>bargaining position</em> cukup kuat di dalam pemerintahan Gedung Putih. Collin Powell dan Condoleeza Rice adalah contoh orang kulit hitam yang mempunyai kedudukan pada wilayah kebijakan, akan tetapi pada faktanya jabatan itu hanya kekuasaan pribadi yang tidak berimplikasi apapun pada penghapusan rasisme disana.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span></span></span>Obama telah menyatakan tidak ada perubahan mendasar pada sistem ekonomi, ini artinya Amerika akan tetap menggunakan perangkat ekonomi neoliberal berbasis riba dengan menggunakan sektor <em>non-real </em>yang lebih mirip bandar judi besar dunia ketimbang transaksi ekonomi.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span></span></span>Mengenai perang terhadap terorisme Obama juga akan tetap mengikuti jejak pendahulunya George Bush, tidak ada perubahan mendasar dalam isu ini. Bila sebagian orang mengatakan bahwa dia akan menarik tentara Amerika dari Iraq, memang tidak sepenuhnya salah (karena disana ada penguasa boneka yang dipimpin PM Nouri Al-Maliki) akan tetapi jangan lupa sebab<span> </span>Obama jelas akan menambah pasokan tentara ke Afghanistan.</li>
<li><!--[if !supportLists]--><span><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Hanya karena ber-ayah-kan seorang muslim sebagian orang melihat ini menjadi pertanda akan adanya perubahan kebijakan Amerika terhadap dunia muslim, bila itu yang menjadi patokan jelas terlihat keliru sebab Obama didalam kampanyenya terang-terangan mengatakan bahwa dirinya adalah penganut Kristen taat. Didalam pidatonya ketika memberi sambutan pada Forum AIPAC (organisasi persaudaraan Yahudi-Amerika) beberapa waktu lalu Obama juga mengatakan tetap akan mendukung penjajahan brutal tentara Israel pada wilayah Palestina, padahal jelas-jelas Israel bertujuan mendirikan Negara illegal di atas tanah Palestina. Lantas apanya yang spesial?</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Amerika bukanlah Negara yang bersifat Monarki sehingga apapun <em>titah</em> Raja akan menjadi kebijakan Negara, keadaan tidak akan berubah selama kapitalisme yang dipimpin oleh Negara Paman Sam tersebut masih menjadi tatanan dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejumlah krisis dan kesewenang-wenangan bukan semata-mata hanya berasal dari kebijakan salah para <em>top leader</em> Amerika tapi lebih karena kegagalan asas yang dipakai untuk melanggengkan terus hegemoni mereka. Fakta yang paling nyata sekarang akan kebobrokan kapitalisme jelas terlihat pada krisis ekonomi yang dideritanya, krisis tersebut jelas-jelas terjadi di jantung di mana ideologi ini diterapkan dengan <em>paripurna</em>. Sepatutnya kita sebagai kaum muslimin tidak layak berharap pada Negara yang menerapkan sistem kufur seperti itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Obama hanyalah sekedar presiden yang akan berlalu seiring dengan waktu, namun Amerika adalah sekumpulan pemahaman batil yang diimplementasikan pada sebuah Negara, dia akan tetap seperti itu sampai Allah SWT mempergilirkan kejayaan kepada kaum muslimin untuk menggantikan sistem yang bobrok itu dengan sebuah Negara yang akan melindungi hak-hak manusia seutuhnya yaitu Negara Khilafah. Maka berharaplah pada tatanan dunia yang <em>insyaAllah </em>sebentar lagi akan dipimpin oleh Daulah <em>Khilafah Rasyidah</em> seperti yang telah dijanjikan, bukan pada <em>kafirun</em> seperti Obama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Ada kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada kekhalifahan berdasarkan tuntunan Nabi, maka dengan kehendak Allah, ia pun akan tetap ada, lalu Dia mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa yang zalim, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian ada penguasa diktator, maka dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada <strong><span style="text-decoration:underline;">khilafah</span></strong> berdasarkan tuntunan Nabi. Lalu, beliau pun diam.” <strong>(Musnad Imam Ahmad)</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Wallahu’alam bi Ash Shawab.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=174&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2008/12/17/perlukah-berharap-pada-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/12/obama_change3.jpg?w=61" medium="image">
			<media:title type="html">obama_change3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amrozi cs, Dalang atau Sekedar Wayang…</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2008/11/28/amrozi-cs-dalang-atau-sekedar-wayang%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2008/11/28/amrozi-cs-dalang-atau-sekedar-wayang%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 10:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Amrozi cs]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Terpidana mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah maraknya protes dari berbagai elemen masyarakat Islam, khususnya Indonesia. Akhirnya, 9 November 2008 sang terpidana mati Bom Bali I Amrozi dkk di eksekusi mati oleh regu tembak dari Brimob di Lapas Nusakambangan. Seperti yang telah diduga  pasca eksekusi simpati dari berbagai kalangan justru semakin kuat mengiringi kepergian Trio dari Tenggulun tersebut. Akan tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=144&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"><a href="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/amrozics-dalam.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-145" title="INDONESIA-ATTACKS-COURT-FILES" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/amrozics-dalam.jpg?w=168&#038;h=77" alt="INDONESIA-ATTACKS-COURT-FILES" width="168" height="77" /></a>Ditengah maraknya protes dari berbagai elemen masyarakat Islam, khususnya Indonesia. Akhirnya, 9 November 2008 sang terpidana mati Bom Bali<span> </span>I Amrozi dkk di eksekusi mati oleh regu tembak dari Brimob di Lapas Nusakambangan. Seperti yang telah diduga <span> </span>pasca eksekusi simpati dari berbagai kalangan justru semakin kuat mengiringi kepergian Trio dari Tenggulun tersebut. Akan tetapi sebagian kalangan menganggap fenomena seperti ini wajar mengingat belum sepenuhnya perkara ini dapat dibuktikan di pengadilan.</span></p>
<p><span id="more-144"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Simpati yang begitu besar terlihat jelas Ketika jenazah dipulangkan kekediaman untuk dimakamkan, ratusan pelayat terlihat membanjiri area ke arah pemakaman diiringi dengan seruan takbir dan bentangan sejumlah spanduk yang intinya menyiratkan bahwa Amrozi cs mati syahid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Sebagian pihak yang menginginkan Amrozi dieksekusi mengaku puas, bahkan pemerintah Australia langsung merespon melalui kedubesnya di Indonesia. Pihak keluarga korban dari indonesia berkali-kali diwawancarai oleh media tentang perasaannya setelah eksekusi berlangsung, dan rata-rata menjawab puas atas kebijakan pemerintah indonesia yang bersedia memberikan izin eksekusi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Meskipun sebelumnya sempat memicu perdebatan hangat akan urgensinya eksekusi, hingga berujung pada terbelahnya sikap keluarga korban dari Australia akan keputusan yang di jatuhkan antara pantaskah diesekusi atau cukup hanya sampai pada hukuman seumur hidup. <em>Toh</em>, hukuman tembak mati tersebut tetap dijalankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Sekalipun menyisakan berbagai misteri, rela atau tidak Amrozi cs sudah dieksekusi dan tidak menutup kemungkinan mereka sudah bahagia di alam sana, ini dapat ditelusuri dari sejumlah keterangan saksi yang ikut memandikan jenazah ketika akan dipulangkan, menurut pengakuan mereka jenazah mengeluarkan bau harum dengan mimik wajah yang tersenyum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Pemberitaan Media yang Berlebihan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Jauh sebelum eksekusi dilaksanakan, berita tentang amrozi yang akan dieksekusi telah digembar-gemborkan oleh sejumlah media baik cetak maupun elektronik. Berita ini dianggap seksi oleh media karena melibatkan korban luar negeri yang banyak dan sekaligus para tertuduh adalah muslim taat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV"><a href="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-147 alignright" title="20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11.jpg?w=304&#038;h=183" alt="20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11" width="304" height="183" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Beberapa stasiun televisi bahkan khusus menyajikan <em>rewind </em>tentang sepak terjang Amrozi dan teman-temannya lengkap dengan tempat ia mondok dulunya ketika belajar agama, sejak kasus Amrozi pesantren ini memang telah dijadikan target pengopinian terhadap teroris di Asia Tenggara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Menjelang eksekusi pemberitaan pun semakin kencang, setiap berita televisi selalu menayangkan kabar terakhir tentang Amrozi dan teman-temannya. Bahkan seperti ada tekanan dari media terhadap pemerintah untuk secepatnya melaksanakan eksekusi dengan pemberitaan yang mendesak disertai intervensi seperti pada pembentukan opini yang berulang-ulang tentang mengapa eksekusi Amrozi ditunda-tunda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Bukan Bom Karbit-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Diakui atau tidak sampai saat ini belum ada satu buktipun yang menunjukkan bahwa Amrozi dan teman-temannya mampu membuat bom dengan daya ledak yang cukup tinggi seperti yang terjadi di Legian Kuta Bali, bahkan jauh-jauh hari kepala Staf Angkatan Darat saat itu Jenderal Ryamizard Ryacudu telah memberikan <em>statemen </em>bahwa bom tersebut adalah produk luar negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Pengakuan salah satu saksi mata yaitu kapten Rodney Cox seperti yang dimuat situs resmi militer Australia November 2002 menjadi pembuka awal dari fakta ledakan, bahwa saat ledakan terjadi ia berada 50 meter dari pusat ledakan di Sari Club, pada saat itu ia menyaksikan bahwa lampu mati dan listrik padam total di area pantai Kuta tersebut. Kesaksian ini mengundang kecurigaan sejumlah pakar bahwa bom yang meledak di Bali adalah bukan jenis potasium atau karbit seperti pada pengakuan Imam Samudra di pengadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Adalah Joe Vialls investigator Independen dari Australia yang secara gamblang menyatakan melaui analisisnya menegaskan bahwa bom yang meledak itu bukanlah jenis karbit bahkan lebih dahsyat dari C-4, jelas keterangan ini membantah hasil temuan Puslabfor Mabes Polri yang pada saat itu menyatakan bom tersebut adalah berjenis C-4 walaupun dikemudian hari diralat lagi menjadi jenis TNT atau RDX.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Senada dengan Joe Vialls mantan Kabakin Alm. ZA Maulani saat menjadi tim investigasi MUI sempat menggolongkan bom tersebut sebagai SADM (Special Automic Demolition Munition) atau yang lazim di sebut mikro nuklir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Terlebih lagi sampai ketiga terpidana dieksekusi tidak pernah ada uji lapangan seberapa besar sebenarnya ledakan yang diakibatkan oleh bahan potasium klorat yang menurut keterangan Polisi dipakai oleh terpidana untuk meledakkan Sari Club. Yang pernah diperagakan adalah cara merakit bom oleh Ali Imron, dan itu hanya teori sedangkan hasil akhir dari rangkaian itu tidak pernah di uji coba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Dari Mana Uang Untuk Eksekusi?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Tanpa menutup mata tentu biaya yang dikeluarkan untuk eksekusi tidaklah sedikit, kabar yang begitu <em>santer</em> menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan mencapai 22 Milyar Rupiah. Konon dana ini disumbangkan oleh pemerintah Australia (Media Ummat 21/11/2008 hal. 7) untuk membiayai keperluan eksekusi seperti helikopter yang mondar-mandir ke Nusakambangan selama beberapa hari, juga untuk biaya pengamanan dan ambulans. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Yang pasti baik Polri maupun Depkum HAM menolak mengaku pernah mengeluarkan dana sebanyak itu, kedua institusi tersebut mengaku hanya mengeluarkan biaya operasional biasa (rutin, red). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;" lang="SV">Lantas benarkah Amrozi cs adalah pelaku satu-satunya? atau hanya korban dari sebuah propaganda besar? sampai saat ini hanya Allah SWT yang tahu, yang jelas Ali Imron sang arsitek bom yang seharusnya bertanggung jawab terhadap aksi tersebut hanya dihukum seumur hidup, dia bahkan pernah dipergoki wartawan <em>kongkow-kongkow</em> dengan Komjen Pol Gories Mere di kafe Starbuck di Jakarta dan ketangkap basah makan bersama dengan Petinggi Densus 88 Brigjen Pol Surya Dharma di rumahnya di kawasan Lebak Bulus. <strong>(di rangkum dari berbagai sumber)</strong> <span> </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=144&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2008/11/28/amrozi-cs-dalang-atau-sekedar-wayang%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/amrozics-dalam.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA-ATTACKS-COURT-FILES</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/11/20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20071013100633-nurokhman-amrozi-cs-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Amerika ‘ngotot’ Membela Georgia ?</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2008/08/24/mengapa-amerika-%e2%80%98ngotot%e2%80%99-membela-georgia/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2008/08/24/mengapa-amerika-%e2%80%98ngotot%e2%80%99-membela-georgia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 13:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Georgia]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Ossetia]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[
 
&#8220;Rusia telah menginvasi negara tetangga yang berdaulat dan mengancam pemerintahan demokratis yang terpilih oleh rakyatnya. Tindakan seperti ini tidak bisa diterima dalam abad ke-21 ini,&#8221; 
(George W Bush).
Beginilah reaksi Bush ketika mengomentari konflik antara Georgia dengan Rusia, seakan lupa dengan perbuatannya selama ini Bush begitu entengnya meyakinkan dunia bahwa di abad dua satu seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=134&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;" align="center"><em>&#8220;Rusia telah menginvasi negara tetangga yang berdaulat dan mengancam pemerintahan demokratis yang terpilih oleh rakyatnya. Tindakan seperti ini tidak bisa diterima dalam abad ke-21 ini,&#8221; </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong>(George W Bush)</strong>.<em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-140" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/bushdlm2.jpg?w=83&#038;h=96" alt="" width="83" height="96" />Beginilah reaksi Bush ketika mengomentari konflik antara Georgia dengan Rusia, seakan lupa dengan perbuatannya selama ini Bush begitu entengnya meyakinkan dunia bahwa di abad dua satu seperti sekarang Negara yang mempunyai kedaulatan tidak boleh diintervensi oleh Negara lain. Kebusukan inilah sekarang yang sedang dipertontonkan oleh sang polisi dunia (baca; Amerika), sementara semua orang telah lupa sejenak dengan perilaku biadab negeri Paman Sam tersebut terhadap Negara di belahan dunia yang lain, belum lagi ditambah dengan berita tidak seimbang karena pengaruh media<span> </span>global yang juga dikuasai sang negara adidaya tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><span id="more-134"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Reaksi berlebihan dari Negara Paman Sam ini membuktikan adanya kepentingan besar yang terganggu akibat konflik antara Georgia dengan Rusia di Ossetia Selatan, sebagaimana diketahui konflik yang meletus<span> </span>8 Agustus 2008 itu awalnya dipicu oleh serangan membabi-buta Georgia atas wilayahnya yang memberontak Ossetia Selatan di bawah dukungan NATO. Georgia mengerahkan kekuatan<span> </span>udara<span> </span>penuh untuk mem bom bardir ibukota Ossetia Selatan<span> </span>yaitu Tskhinvali, hingga mengakibatkan terbunuhnya sekitar 1400 orang dan 10 diantaranya merupakan <span> </span>pasukan perdamaian Rusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun balasan dari Negara Beruang Putih justru diluar prediksi para pengamat, Rusia ternyata begitu serius mengerahkan alteri berat untuk membalas serangan Georgia. Ini membuktikan bahwa Rusia telah lama memendam kebencian terhadap Georgia akibat perluasan pengaruh NATO sampai ke perbatasan-perbatasan Rusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Presiden Georgia Mikhail Saakashvili Sejak berkuasa di Georgia tahun 2003 melalui “revolusi bunga” , terlihat semakin berusaha menjauh dari pengaruh politik Rusia. Bahkan berusaha menguasai wilayah <span> </span>Abkhazia dan Ossetia Selatan yang pada tahun 1992 menyatakan memerdekaan diri dari Georgia secara sepihak dengan mendapat dukungan penuh dari Rusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akibat langkah-langkah politik dari<span> </span>Mikhail Saakashvili yang cenderung pro barat dan AS (Amerika Serikat), keberadaan Georgia praktis menjadi sentra bagi kepentingan AS di kawasan Asia Tengah. Georgia juga menjadi Negara sekutu bagi NATO dan berusaha untuk terlibat penuh di dalam keanggotaannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejarah Ossetia dimulai sejak tahun 1878. Pasca Revolusi Bolseviks, Rusia membagi Ossetia menjadi dua bagian. Ossetia Utara masuk menjadi bagian wilayah Rusia dan Ossetia Selatan ke Georgia. Pada 28 November 1991, Ossetia menyatakan memerdekakan diri dari Georgia secara sepihak, namun kemerdekaan Ossetia tidak mendapat pengakuan internasional. Pasca kemerdekaan Ossetia, terjadi konflik bersenjata antara pasukan Georgia dan gerilyawan Ossetia dan berakhir pada tahun 1992 dengan disepakatinya kesepakatan damai. Dalam kesepakatan itu, kedua pihak setuju pasukan perdamaian Rusia ditempatkan di wilayah perbatasan antara Georgia dengan Ossetia Selatan. Namun pada tahun 2004, Presiden Georgia Mikhail melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap gerilyawan Ossetia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun 2006, Ossetia Selatan melakukan referendum untuk menentukan nasib dirinya sendirinya. Hasil <span> </span>referendum itu menyetujui Ossetia merdeka terlepas dari Georgia dan pada tahun yang sama Ossetia<span> </span>menyelenggarakan Pemilu Presiden Ossetia. Presiden Edwadi Kukuti sebagai presiden terpilih pertama Republik Ossetia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Antara Rusia dan Amerika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rusia sebagai Negara yang dikenal mempunyai kekuatan militer besar telah menjadi lawan politik Amerika semenjak masih menyandang nama besar Uni Soviet, namun pasca perang dingin antara blog barat dan timur yang ditandai dengan runtuhnya soviet hubungan kedua Negara mulai membaik disebabkan adanya kesamaan pandangan terhadap bahaya<span> </span>komunisme.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam perjalanannya kemudian, walaupun kedua Negara mempunyai kesamaan dari sisi ideologi<span> </span>namun secara langkah politik dan kepentingan keduanya sangat jauh berbeda. Amerika sebagai Negara adidaya dunia kerap kali menginginkan agar Rusia mengikuti langkah politiknya dalam upaya menancapkan pengaruh di dunia, di lain pihak sebagai bekas negara adidaya (saat masih Soviet) Rusia juga mempunyai gengsi dan nilai tawar yang tidak bisa diremehkan didalam konstelasi politik dunia, terlebih lagi keduanya juga memiliki hak veto di dalam dewan keamanan PBB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena seringnya mendapat ganjalan dari negara-negara yang memiliki hak veto di DK-PBB, akhirnya Amerika merubah taktik politiknya dengan mencoba menguasai NATO. NATO adalah sebuah aliansi militer regional yang mencari dukungan solidaritas diantara para anggotanya jika seandainya terjadi serangan militer ke negara anggotanya. NATO terbentuk setelah Perang Dunia II sebagai sebuah kesepakatan pertahanan Eropa disebabkan ketakutan terhadap merajalelanya kekuatan Uni Soviet dan Negara Pakta Warsawa. Di kemudian hari <span> </span>NATO lebih menjadi alat kepentingan AS disebabkan dominasi AS yang kuat di dalam tubuh NATO, sebagai imbalan atas perlindungan terhadap serangan soviet (saat masih berkuasa) ke Negara-negara yang bernaung di bawahnya maka Amerika dibiarkan menentukan setiap arah kebijakan NATO.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seiring dengan nafsu berkuasa yang menggebu-gebu Amerika kemudian mencoba meluaskan pengaruhnya ke bekas-bekas Negara Uni Soviet di wilayah Asia Tengah dengan menggunakan kekuatan NATO, dalam kasus konflik Ossetia Selatan Georgia mutlak menjadi kepanjangan tangan NATO di wilayah tersebut, inilah yang membuat kemarahan Rusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Awalnya rusia telah memperingatkan Amerika agar tidak mengembangkan pengaruhnya ke negara tetangga yang berbatasan dengan Rusia dan mengancam akan melawan apabila tetap dilakukan. Namun keberadaan Georgia yang terletak di titik pengiriman minyak bumi dari Kaspia dan Asia Tengah menuju Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadikan Negara Paman Sam tersebut terus berupaya agar dapat menguasainya tanpa mengindahkan lagi amaran dari pihak Rusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan menggunakan tangan Georgia, AS melaui NATO <span> </span>berusaha mempersempit gerak Rusia di kawasan Balkan agar dapat meminimalisir setiap upaya yang dapat menghambat kepentingannya. Amerika mulai memprovokasi konflik agar wilayah-wilayah yang mempunyai hubungan dengan Rusia menjadi takut melakukan diplomasi diakibatkan oleh ancaman Georgia yang dibekingi NATO.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Rusia Membangun Poros Dukungan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam kasus Georgia di Ossetia Selatan, isu yang menyudutkan Rusia sebenarnya sengaja dikembangkan AS untuk menekan kekuatan negara Beruang Putih yang semakin hari semakin kuat. Dalam kancah internasional, sekalipun tidak signifikan pengaruh Rusia dirasakan sebagi ancaman utama Amerika setelah Cina, berpihaknya Rusia terhadap sejumlah negara yang berseberangan dengan AS semakin membuktikan bahwa Rusia sedang membangun poros yang menguntungkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rusia bahkan berani memfasilitasi negara-negara yang menjadi musuh Amerika seperti dalam kasus Iran dan nuklirnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Rusia lah yang menyediakan alat produksi bagi pengayaan Uranium yang dilakukan Iran. Juga keterlibatan secara politik dalam sejumlah dukungan terhadap Negara-negara penentang AS, seperti Korea Utara, Venezuela, Kuba dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Karena Minyak</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akar persoalan Konflik di Ossetia Selatan sebenarnya disebabkan oleh terganggunya kepentingan Amerika atas produksi minyak yang melewati kawasan tersebut. Georgia bukanlah negara penghasil minyak akan tetapi<span> </span>ia terletak di titik pengiriman minyak bumi dari Kaspia dan Asia Tengah menuju Eropa dan Amerika Serikat (AS). Lebih pentingnya lagi, rute pipa ini berasal dari daerah produsen minyak seperti<span> </span>Rusia dan Iran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jalur pipa yang terbentang sepanjang 1770 km antara Baku-Tblisi-Ceyhan (BTC) yang baru saja diresmikan tahun lalu mampu mengirim sekitar 1 juta barel minyak bumi per hari dari Baku di Azerbaijan menuju Yumurtalik di Turki, sebelum dimasukkan ke kapal tanker untuk dikirim ke Eropa dan AS. Sekitar 249 km pipa tersebut melewati Georgia, dan hanya 55 km pipa tersebut melewati Ossetia Selatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jalur pipa ini begitu penting bagi Amerika karena ia mengurangi ketergantungan dunia Barat dari minyak yang dihasilkan Timur Tengah dan Rusia. Maka tidak heran bila Amerika mati-matian membela posisi Geogia dihadapan Rusia karena memang AS punya kepentingan jangka panjang untuk menjadikan Georgia sebagai negara satelitnya yang dapat menjaga kepentingan negeri Paman Sam tersebut di kawasan Asia Tengah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">hal ini sekali lagi membuktikan kepada dunia bahwa Amerika lah yang selalu berada di belakang setiap krisis yang terjadi di dunia. <strong>(dari berbagai sumber)</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferza.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferza.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=134&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2008/08/24/mengapa-amerika-%e2%80%98ngotot%e2%80%99-membela-georgia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/bushdlm2.jpg?w=83" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Mewabahnya Paham Pluralisme Agama di Aceh !</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2008/08/19/waspadai-mewabahnya-paham-pluralisme-agama-di-aceh/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2008/08/19/waspadai-mewabahnya-paham-pluralisme-agama-di-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 19:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme agama]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu wacana yang layak mendapat perhatian khusus adalah diskursus tentang kehidupan sosial baru Aceh yang terbuka dan modern, terdiri atas masyarakat dan kondisi plural. Memang tidak masalah bila wacana yang dikembangkan hanya sebatas pengkondisian ke-plural-an kehidupan di Aceh karena memang sejak dahulu masyarakat kita adalah masyarakat terbuka yang dapat mengakomodir berbagai  keragaman budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=131&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/aceh_besar-batur_rahman.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-132" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/aceh_besar-batur_rahman.jpg?w=127&#038;h=92" alt="" width="127" height="92" /></a>Salah satu wacana yang layak mendapat perhatian khusus adalah diskursus tentang kehidupan sosial baru Aceh<span> </span>yang terbuka dan modern, terdiri atas masyarakat dan kondisi plural. Memang tidak masalah bila wacana yang dikembangkan hanya sebatas pengkondisian ke-plural-an kehidupan di Aceh karena memang sejak dahulu masyarakat<span> </span>kita adalah masyarakat terbuka yang dapat mengakomodir berbagai <span> </span>keragaman budaya dan agama.</p>
<p><span id="more-131"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi adanya sejumlah forum seperti Seminar, Workshop, dan Lokakarya yang diselenggarakan untuk membahas persoalan agama di Aceh seharusnya mendapat perhatian serius dari kita, jangan sampai persoalan yang kelihatan sepele ternyata menjadi begitu berbahaya karena di biarkan sejak ia masih Embrio. Bagaimanapun, di akui atau tidak perang pemikiran (ghazwul fikri) dampaknya akan jauh lebih berbahaya dari pada perang dalam arti sebenarnya. Ingatan terhadap politik Snock begitu membekas di dalam <span> </span>masyarakat Aceh dan memberikan dampak yang begitu besar dalam sejarahnya, tentunya kita tidak menginginkan ini terulang untuk kesekian kalinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pasca Tsunami Aceh dapat dikatakan telah berubah menjadi kampung global, sehingga kita tidak dapat menghindari lagi adanya berbagai hal baru untuk ikut masuk kedalamnya termasuk juga konsep pemikiran. Terbukanya akses kepada dunia luar meniscayakan terjadinya transformasi kebiasaan baru baik berupa teknis maupun pemikiran secara besar-besaran mengingat pihak-pihak yang terlibat dalam masa rekonstruksi pasti membawa misi masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di sadari atau tidak memisahkan kaum muslimin (khususnya Aceh) secara frontal dengan fanatisme keagamaan mereka merupakan hal yang berat; sehingga satu-satunya jalan yang paling logis adalah memisahkannya secara bertahap, yaitu dengan <span> </span>jalan membuat keraguan atas sejumlah landasan dan sumber hukum yang menjadi patokannya. Seperti dalam contoh kasus kampanye global (barat) terhadap pengadopsian paham pluralisme agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Yang dimaksud dengan pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatife; oleh karena itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama lain salah. Pluralisme <span> </span>agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga. <strong>(Fatwa MUI Thn. 2005)</strong>.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila merujuk pada definisi tersebut, secara jujur kita akan mengakui bahwa ide apapun yang nantinya akan dibangun diatas landasan pemikiran seperti itu tentu mempunyai makna yang sangat absurd, bagaimana mungkin sebuah agama bisa disamakan sampai pada wilayah implementasi sekalipun dan hanya dikecualikan untuk persoalan ibadah. Padahal rasulullah SAW, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurayrah, pernah bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Demi zat yang jiwa Muhammad ada ditangannya, tidaklah seorang dari ummat ini yang mendengar (agama)-ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum mengimani apa saja yang dengannya aku diutus, kecuali dia termasuk penghuni neraka”. <strong>(HR Muslim)</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengacu pada dalil diatas dapat disimpulkan bahwa Islam tidak bisa menerima konsep pluralisme agama, terlebih lagi secara teologis Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual saja tapi juga masuk ke persoalan-persoalan lain seperti politik, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Ini tentu berbeda dengan agama lain yang hanya mengajarkan kepasrahan kepada tuhan melaui ritual-ritual yang hanya sekedar seremonial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pluralisme agama (paham yang meyakini semua agama sama) yang dikembangkan di Indonesia (khususnya di Aceh) oleh kelompok-kelompok tertentu sebenarnya lahir dari ‘rahim’ para teolog barat di sebabkan kekecewaannya terhadap konsep Kristen yang tidak rasional, sehingga mereka merasa perlu menyingkirkan agama dari ruang publik. Keadaan ini tentunya tidak akan bisa di lepaskan dari pengalaman sejarah kegelapan Eropa, dimana pada saat itu kaum agamawan berkomplot dengan kaum bangsawan menindas rakyat atas nama tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemudian pemahaman ini seperti dipaksakan kepada kaum muslimin seiring dengan kuatnya Hegemoni Barat atas dunia Islam, padahal tanpa disadari sebenarnya telah terjadi kekeliruan besar dalam proses analisa fakta mengingat perbedaan mencolok dari sisi pengalaman <em>historis</em> dan <em>empiris</em> antara kaum muslimin dengan kaum Kristen Eropa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Konsep pluralisme agama ini ini telah berkembang pesat di negara-negara yang menerapkan sistem Demokrasi-Sekuler dan telah diyakini sebagai satu-satunya standar hidup hingga menjelma menjadi semacam agama baru yang biasa disebut dengan istilah <em>Civil Religion</em>. Jadi, tidak mengherankan apabila ada yang berpandangan di luar <em>frame</em> (barat) ini akan serta merta dikategorikan sebagai kaum eksklusif yang bercorak fundamentalis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pluralisme ini sebenarnya telah menjadi agenda global untuk dihidupkan khususnya di negeri-negeri muslim. Para pengusungnya mengeluarkan dana yang sangat besar untuk itu. The Asia Foundation, LSM yang bermarkas di San Fransisco, merupakan lembaga Internasional yang menjadi payung dana bagi pengembangan ide pluralisme, liberaslime, sekularisme, dan HAM. Sebagaimana dikutip situs resmi pemerintah AS (<a href="http://usinfo.state.gov/">usinfo.state.gov</a>), LSM ini memiliki 17 kantor cabang diseluruh Asia. Pada tahun 2003 kemarin, the Asia Foundation mengucurkan bantuan sebesar 44 juta dolar AS serta mendistribusikan 750 ribu buku dan materi pendidikan yang nilainya mencapai 28 juta dolar AS di seluruh wilayah Asia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pluralisme merupakan agenda yang sangat berbahaya bagi umat islam, diantaranya karena:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Pertama</em>, pluralisme akan menciptakan generasi muslim yang lemah dalam memegang ajaran Islam. mereka akan sangat mudah untuk melanggar syariat Allah karena kebenaran telah direlatifkan. Tidak ada lagi nilai-nilai agama yang akan menjadi sandaran dalam berbagai aktifitasnya, yang ada tinggal nilai-nilai ‘universal’ versi liberalisme seperti kebebasan berekspresi, HAM, dan sebagainya. Bahkan penyimpangan dari islam bisa saja kemudian dianggap sah dengan alasan HAM.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Kedua</em>, pluralisme akan menciptakan generasi muslim (khususnya Aceh) yang tidak perduli, apakah sistem kehidupan ini sesuai dengan Islam atau tidak. Hilanglah kepekaan mereka untuk melakukan kontrol terhadap berbagai persoalan dari sudut pandang Islam, bahkan aktifitas dakwah pun akan ditinggalkan karena tidak relevan lagi ketika kebenaran Islam sudah dianggap sama dengan agama atau paham apapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah sepatutnya kita waspada terhadap upaya-upaya pengrusakan atau pendangkalan aqidah baik berkedok pendidikan maupun penyadaran, karena tidak kasat mata dan berjalan pada tataran pemikiran. Kita tentu sangat mengharapkan Aceh kedepan adalah Aceh yang memiliki peradaban tinggi dengan berlandaskan pada <em>Pusaka Indatu</em> yang tidak lain adalah terwujudnya Islam <em>kaffah</em>. <span> </span><strong><span> </span><span> </span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferza.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferza.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=131&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2008/08/19/waspadai-mewabahnya-paham-pluralisme-agama-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/aceh_besar-batur_rahman.jpg?w=127" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Kerangka Dasar Partai Politik</title>
		<link>http://ferza.wordpress.com/2008/08/13/menyoal-kerangka-dasar-partai-politik/</link>
		<comments>http://ferza.wordpress.com/2008/08/13/menyoal-kerangka-dasar-partai-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 16:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[konstituen]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[
Sebagai sebuah entitas perjuangan rakyat, keberadaan Parpol (partai politik) sebenarnya sangat dibutuhkan dalam membantu penyampaian aspirasi rakyat kepada penguasa. Dalam setiap geraknya parpol bukanlah hanya sekedar mesin pencetak suara ketika pemilu datang, tapi juga memikul perkara-perkara ideologis yang di alami umat.

Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini kita sering melihat fungsi parpol hanya sebatas media pemenangan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=101&subd=ferza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;"><a href="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/putri_mb_140708_parpolpemilu.jpg"><img class="size-medium wp-image-102 aligncenter" src="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/putri_mb_140708_parpolpemilu.jpg?w=461&#038;h=326" alt="" width="461" height="326" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Sebagai sebuah entitas perjuangan rakyat, keberadaan Parpol (partai politik) sebenarnya sangat dibutuhkan dalam membantu penyampaian aspirasi rakyat kepada penguasa. Dalam setiap geraknya parpol bukanlah hanya sekedar mesin pencetak suara ketika pemilu datang, tapi juga memikul perkara-perkara ideologis yang di alami umat.</span></p>
<p><span id="more-101"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini kita sering melihat fungsi parpol hanya sebatas media pemenangan bagi orang-orang yang menginginkan jabatan, kemudian  berhenti seiring dengan berakhirnya pemilu. Layaknya sebuah <em>even organizer</em>, anggota dan pengurus parpol hanya sibuk dan bekerja ketika <em>even</em> akan dimulai selebihnya “tutup kantor”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Maka sudah selayaknya pada Pemilu kali ini (Pemilu 2009) Parpol tidak lagi hanya menjadi organisasi dadakan yang ber-<em>sliweran</em> kepentingan di tubuhnya, tapi mulai berbenah dan memantapkan kembali fungsi yang selama ini telah ditinggalkan yaitu sebagai media pencerdasan politik ummat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Akan tetapi semua ini tidak akan berjalan sempurna apabila Parpol sendiri tidak memahami bentuk dan landasan ideologis yang yang menyusunnya, secara umum bentuk dari sebuah organisasi baik kemasyarakatan maupun politik senantiasa tercermin dari kerangka dasar pembentuknya yaitu a. pemikiran (fikrah), b. metode (thariqah) dan c. cara yang digunakan (uslub). Tanpa perumusan pasti terhadap kerangka dasar ini dapat dipredeksi sebuah parpol hanya akan menjadi organisasi yang “tidak jelas”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 12pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Pemikiran dasar sebagai asas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Asas merupakan faktor penting yang bukan hanya sekedar simbol pada setiap partai atau organisasi apapun yang ada dimasyarakat, disadari atau tidak banyak partai yang hanya mencantumkan asas sebagai pelengkap administrasi saja, bahkan hampir tidak bisa dibedakan mana asas dan mana seruan partai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Seharusnya dasar dari pemikiran partai atau yang biasa disebut asas haruslah menjadi <em>ruh</em> bagi bergeraknya aktifitas kepartaian, karena pemikiran mendasar inilah yang nantinya akan  memunculkan karakter sekaligus menentukan arah bagi perjuangan partai tersebut. Ini tentu sangat tidak mungkin bila berharap dari asas yang hanya berbentuk slogan apalagi tanpa disertai set operasional yang memadai disebabkan keumuman <em>fikrah</em> (asas) partai tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Kita ambil contoh asas yang umum dipakai oleh partai  seperti mewujudkan pemerintahan yang bersih, <em>Ukhuwah Islamiyah</em>, mengembalikan kejayaan masa lalu, memunculkan politik yang beradab, mengembalikan kehidupan kepada adat, atau mensejahterakan masyarakat. Asas-asas ini sebenarnya hanya slogan yang tidak mempunyai nilai apa-apa kecuali hanya sebagai seruan, lalu bagaimana mungkin sebuah Partai Politik dapat merumuskan metoda kerja dengan pemikiran dasar yang sesederhana itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Mengutip Muhammad Hawari dalam bukunya Politik Partai (Strategi Baru Perjuangan Partai Politik Islam, <em>terj</em>), tentang pemikiran (fikrah) kepartaian disebutkan bahwa yang membuat sejumlah partai gagal adalah karena keumuman fikrahnya dan gagasan yang didasarkan pada sejumlah nilai-nilai parokhial sempit seperti Nasionalisme, Patriotisme, Sukuisme, atau Islam yang sekedar spiritual yang kesemuanya itu sebenarnya hanya pemikiran cabang dari sub alur yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Partai seharusnya berdiri diatas asas yang kokoh atau pemikiran dasar yang menyeluruh yang biasa disebut ideologi. Maka penentuan terhadap ideologi yang nantinya akan dipakai oleh partai adalah perkara yang sangat penting mengingat partai adalah media pencerdasan ditengah-tengah masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 12pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Metode aplikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Metode merupakan langkah lanjutan pada sebuah partai dalam melakukan perjuangannya. Apapun yang akan ditempuh partai biasanya bermula dari metode apa yang di pakai, metode akan selalu mengikuti bentuk asal pemikiran dasarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Kita ambil contoh bila sebuah partai menganut sistem sekuler maka akan dapat diprediksi bahwa langkah lanjutan dari partai tersebut adalah berupaya untuk memperjuangkan asasnya menjadi tujuan dengan menggunakan metode yang sesuai dengannya seperti melaksanakan kebijakan-kebijakan (ketika berkuasa) yang berbau pemisahan agama dengan kehidupan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Oleh sebab itu sebenarnya metode merupakan langkah praktis dalam mewujudkan asas menjadi bentuk <em>real</em> di dalam masyarakat, metode yang ditempuh akan sangat bergantung pada apa yang menjadi dasar pemikiran partai. Ibarat sebuah mobil tidak mungkin ia tidak memiliki buku panduan mengemudi mengingat dia merupakan benda yang membutuhkan kontrol orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Bila kita lihat mayoritas partai yang ada termasuk yang berkuasa sepertinya memang tidak mempunyai suatu landasan pemikiran kuat yang mampu mengikat para kadernya secara perasaan, bukan hanya sekedar administrasi. Suatu partai mudah sekali untuk terpecah dan berbeda pendapat secara internal hingga seringkali berujung pada kekisruhan politik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Bahkan yang lebih mengecewakan lagi adalah tidak terdapat perbedaan antara partai yang menamakan diri Islam dengan yang memang menyatakan diri berhaluan sekuler-nasionalis, keduanya sama-sama bertumpu pada persoalan maslahat (manfaat) dan seakan-akan mereka hanya sekedar mengejar target pemilih ketika pemilu datang tanpa perduli lagi cara apa yang ditempuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Bila sudah begini, maka jalan keluar satu-satunya adalah menciptakan ketokohan yang akan menjadi pilihan utama dari setiap partai untuk mengelabui konstituen tentang miskinnya ide dan konsep perubahan yang diderita oleh partainya, sehingga promosi sang tokoh pun terkadang terlalu dipaksakan, jauh-jauh hari wajah orang yang akan ditokohkan telah dipajang di website, memasang iklan di media cetak dan elektronik, atau  pada spanduk ucapan selamat datang. Walaupun terkadang kelakuan dari tokoh tersebut sangat berbeda dengan slogan-slogan yang didengungkan oleh partai tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Jadi dapat dikatakan kemampuan dalam menggabungkan acuan yang menjadi pemikiran dasar (fikrah) dengan metode pelaksanaan (thariqah) merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh masing-masing partai agar keinginan yang akan diwujudkan menjadi jelas dan tidak simpang siur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 12pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Cara yang di tempuh </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Proses penerapan lapangan seringkali berubah dari proses perencanaan didalam sehingga melahirkan modifikasi yang bermacam-macam, keadaan ini sangat dituntut untuk diterapkan pada setiap partai. Para anggota tidak boleh kehilangan daya kretifitas yang dapat melemahkan posisi parpol ditengah-tengah masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Kemasan menarik begitu penting mengingat objek yang dihadapi adalah manusia bukan barang yang tidak bernyawa, tapi tidak cukup berhenti hanya pada kemasan saja sedangkan isinya tidak ada. Partai harus menghindari upaya-upaya kearah pembodohan masyarakat seperti menampilkan slogan-slogan kosong yang tidak bermakna atau menggunakan cara-cara praktis seperti <em>money politics</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Asas yang matang dengan metode yang lengkap akan menjadikan cara-cara yang ditempuh juga mengikuti bentuk asal asas tersebut, konstituen pun akan mudah untuk menganalisa apa langka-langkah yang akan ditempuh oleh parpol pilihannya tanpa harus meraba-raba layaknya para pengundi nasib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Seringnya kita jumpai kelompok politik (Parpol) yang tidak memiliki identitas yang pasti cenderung melakukan cara-cara kampanye yang tidak jelas, seperti membuat acara dangdutan dan pesta-pesta rakyat yang tidak meyentuh esensi dari fungsi partai politik. Atau bahkan ada yang memakai simbol-simbol ideologi tertentu tapi tidak mau mengakui dirinya sebagai pengemban ideologi tersebut karena takut berbenturan dengan <em>kultur</em> masyarakatnya. Padahal bila kita lihat dari metodenya jelas-jelas dia menggunakan jalan-jalan yang telah digariskan oleh ideologi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Ketidakpahaman terhadap definisi ideologi yang menjadi asas sebuah partai menjadikan penerapan metodenya menjadi tidak jelas ini terlihat dari cara-cara yang ditempuh ketika bersentuhan langsung dengan konstituennya, maka sebenarnya penampakan cara tempuh sangat ditentukan oleh ideologi yang melandasi terbentuknya sebuah partai politik baik itu lokal maupun nasional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Akhirul kalam</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> kita tentu sangat berharap agar keberadaan partai politik baik Parnas (Partai Nasional) maupun Parlok (Partai Lokal) khusunya di Aceh tidak hanya menjadi semacam EO (even organizing) yang akan segera berhenti aktifitasnya apabila acara yang digelar telah selesai. <em>Wallahu’alam bi ash shawab. </em></span></p>
<p><a href="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/putri_mb_140708_parpolpemilu.jpg"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ferza.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ferza.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ferza.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ferza.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ferza.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ferza.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ferza.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ferza.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ferza.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ferza.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ferza.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ferza.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ferza.wordpress.com&blog=2994227&post=101&subd=ferza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.wordpress.com/2008/08/13/menyoal-kerangka-dasar-partai-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8a49c6d9603bb1127728f8e4abd27ef?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Ferza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ferza.files.wordpress.com/2008/08/putri_mb_140708_parpolpemilu.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>